Search
Selasa 4 Agustus 2020
  • :
  • :

Pemko Medan Siap Dukung P4GN Berantas Narkoba

Starberita – Medan, Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution, mengatakan Pemko Medan siap mendukung berbagai upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam pemberantasan narkotika di Kota Medan.

“Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan dapat terbentuk guna mendukung upaya P4GN yang lebih masif di Kota Medan,” harap Plt Walikota Medan melalui Kaban Kesbangpol, Sulaiman Harahap, pada rapat kerja Dalam Rangka Sinergi Stakeholder pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Sumut melalui Video Conference (Vidcon) di Command Centre Kantor Walikota Medan, Rabu (8/7/2020).

Implementasi kebijakan P4GN Pemko Medan, kata Sulaiman, pembentukan tim padu P4GN Kota Medan berdasarkan Permendagri No 12 Tahun 2019 tentang fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Dari pada implementasi tersebut, Walikota Medan berdasarkan Surat Edaran No 264/160/22 Juni 2020 mengeluarkan surat kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di Kota Medan tentang implementasi impres No 2 Tahun 2020.

“Pemko Medan telah melakukan pemasangan imbauan anti narkoba pada media di lampu merah se-Kota Medan, pembinaan siswa berwawasan anti narkoba di lingkungan SD dan SMP melalui kegiatan upacara bendera, pelaksanaan sosialisasi dan pembentukan relawan anti narkoba di kelurahan, pelaksanaan tes urin di OPD, kecamatan dan kelurahan Pemko Medan,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman juga menerangkan, Pemko Medan telah melakukan Pencanangan 22 kelurahan/desa bersih narkoba “bersinar” di Sumut melalui pencanangan kelurahan bersinar di kawasan rawan narkoba yang dipusatkan di Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal yang dihadiri langsung Kepala BNN RI.

“Pemko Medan telah memberikan pelatihan life skill pembuatan batik di Kelurahan Lalang dan Kecamatan Medan Sunggal,” katanya.

Selain itu, sebut Sulaiman, Pemko Medan juga telah mengubah salah satu tempat yang sangat mengkhawatirkan dan rawan narkoba menjadi tempat yang menarik yakni Kampung Kubur.

“Kampung kubur akan diubah namanya menjadi Kampung Sejahtera sehingga mengurangi pandangan dan anggapan buruknya tempat tersebut menjadi tempat yang jauh lebih bagus,” jelasnya.

Sebelumnya Plt Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Drs Anjan Pramuka Putra SH MHum, mengatakan ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini kian nyata adanya.

Narkoba telah menjadi musuh bersama, dimana hasil survey BNN dalam lembaga ilmu pengetahuan Indonesia komuniti menyatakan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba Tahun 2019 sebesar 1,80% atau sekitar 3.419.188 orang sebagai penyalahguna narkoba di Indonesia.

Oleh karena itu, jelas Anjan, perlunya memanfaatkan semaksimal mungkin terhadap kondisi ini, dimana salah satunya dengan mempersiapkan dan memastikan masyarakat bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Ini menjadi tugas dan perhatian bersama dan semoga terwujud sesuai dengan harapan bangsa Indonesia. Melalui program kewirausahaan yang akan dilaksanakan dikawasan rentan dan rawan narkoba ini, Anjan berharap dapat menjadi salah satu upaya kawasan untuk memulihkan kawasan tersebut menjadi lebih aman dan produktif.

“Kita juga berkeinginan memberikan masyarakat pilihan mata pencaharian demi menyongsong hidup yang lebih baik. Dalam program kewirausahaan ini masyarakat akan menerima pelatihan sesuai dengan potensi dan kearifan lokal di wilayah setempat, kemudian menghasilkan produk yang memiliki nilai jual,” jelas Anjan. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: