Search
Sabtu 8 Agustus 2020
  • :
  • :

Anggota DPRD Sumut Dapil IV Tinjau Lokasi Pengerjaan APBD TA 2019

 

Starberita – Sergai, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) daerah pemilihan (Dapil) Sumut IV (Serdang Bedagai-Tebing Tinggi) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terkait dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut Tahun Anggaran 2019.

Kegiatan Kunker yang bertempat di Aula Kantor Bupati Sergai dihadiri langsung Bupati Ir H Soekirman, Sekretaris Daerah (Sekda) Faisal Hasrimy, Bapedda, para ASN Sergai dan OPD Provinsi Sumatera Utara atau yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan Sumut Abdul Haris Lubis, Rabu  (8/7/2020).

Sementara, dari tim kunker dari DPRD Sumut dipimpin langsung Dimas Tri Adji (Fraksi Nasdem)  beserta 4 anggota dewan lainnya, seperti Delpin Barus, Misno Adi Syahputra, H Azmi Y Sitorus dan Loso.

Diawal sambutannya, Dimas menyampaikan terimakasih atas apresiasi dan respon dari Kabupaten Sergai, dibawah kepemimpinan Ir H Soekirman yang telah menyambut kedatangan tim kunker DPRD Sumut dengan baik.

Begitu juga kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dijajaran Pemkab Sergai yang telah bersedia hadir mengikuti agenda rutin dewan dalam fungsi pengawasan terhadap realisasi pembangunan di Sumatera Utara pada penggunaan anggaran APBD Tahun 2019.

“Terimakasih pak bupati, karena telah menyambut kami dengan baik, semoga Kunjungan kerja kedapil masing-masing anggota DPRD Sumut dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar Dimas.

Dalam penjelasannya, Ketua Komisi E tersebut mengatakan, pengawasan anggaran yang dilakukan dalam kunker, memiliki 2 aspek. Pertama, melihat ketepatan, kesesuaian, mutu dan kualitas dalam penggunaan anggaran APBD dan kedua, pemanfaatannya.

“Kami ingin melihat, apakah anggaran APBD Tahun 2019, digunakan sesuai dengan kebutuhan yang diusulkan dari tingkat bawah atau selanjutnya. Karena, apapun rekomendasi yang kami terima, akan kami sampaikan dan perjuangkan pada tingkat pemerintah sumatera utara, sehingga rekomendasi yang termatub dapat dilaksanakan,” terang Politisi Muda Partai NasDem tersebut.

Selain melakukan pengawasan, lanjutnya, kunjungan kerja yang dilakukan ke dapil, untuk mengetahui langkah percepatan pembangunan yang telah dan akan dilakukan provinsi, khususnya di Kabupaten Sergai. Tentunya, langkah tersebut harus dibarengi dengan data kongkrit.

“Data yang dimaksud itu telah diberikan secara tertulis kepada kami (dewan), untuk ditindaklanjuti. Meskipun dalam reses dewan atau dalam rapat musrembang kabupaten sudah dilakukan, tapi perlu ditindaklanjuti,” jelasnya.

Kalaupun ada pengusulan yang belum termatub di Tahun Anggaran (TA) 2020, setidaknya di TA 2021, usulan tersebut dapat diperjuangkan kembali.  Sehingga, usulan bersama tersebut dapat terlaksana.

“Untuk Sergai, banyak fokus yang dapat dilihat, karena Pemkab Sergai memiliki 17 kecamatan. Tentunya perlu juga saling berkolaborasi dalam peningkatan pembangunan disegala lini,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan beberapa hal antara lain terkait kucuran dana dari APBD 2019 dari Pemprovsu, yakni Dinas Pertanian, Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan.

“Semoga, dengan kehadiran anggota DPRD Sumut bisa melihat output dan ourcome dampak bantuan yang diberikan. Semoga tahun ini bantuan pemprovsu ke Pemkab Sergai bertambah,” harap bupati.

Selain itu, bupati juga menjelaskan adannya irigasi yang telah rusak. Di Pulau Gambar, kapasitas layanan 5.800 Ha sudah terjadi sedimentasi parah dan 2 Ha didepan sudah terjadi sedimentasi pasir.

“Kalau sedimentasi tersebut dibiarkan, papat bupati, maka pertanian Sergai terancam karena debit air berkurang,”ungkap bupati lagi.

Bupati juga menjabarkan terkait capaian yang disudah dibangun oleh Pemkab Sergai, salahsatunya pelaksanaan pembangunan Masjid Agung. Dimana, terang bupati, masjid yang berdiri diatas 4 Ha tersebut akan menjadi pusat menasik modern, pusat kuniner serta memiliki kamar mandi standar Airport.

“Kami ingin menjadikan masjid agung berkesan bagi umat islam ketika menunaikan shalat disana. Itu sengaja kami ciptakan, sehingga masjid agung memiliki kelebihan,” bebernya.

Usai menjelaskan pemaparan dari masing-masing lembaga, kunjungan kerja dilanjutkan dengan melakukan peninjauan kelokasi pengerjaan dilapangan. Mulai dari pengembangan jalan produksi pertanian sepanjang 219 meter di Desa Sei Buluh senilai Rp200 juta dan banyak lagi. (sbc-03)

 




Tinggalkan Balasan

error: