Search
Jumat 10 Juli 2020
  • :
  • :

Disdik Batubara Siap Dengan Tatanan New Normal

Starberita – Batubara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Ilyas Sitorus mengikuti Rapat Koordinasi Gugus Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Batubara bersama Forkopimda dan jajaran OPD Kabupaten Batubara yang bertempat di Aula Kantor Dinas Kesehatan Batubara, Jumat (5/6/2020).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Bupati Batubara, Ir. H. Zahir yang membahas tentang penanganan Covid-19 diwilayah Kabupaten Batu Bara, Kadisdik Batubara, Ilyas Sitorus mengatakan bahwa Kabupaten Batubara sekarang sudah menyesuaikan dengan Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) dengan tetap mengacu kepada Protokol Kesehatan dan peraturan Pemerintah baik pusat maupun daerah.

Turut hadir dalam rapat Gugus Tugas pencegahan Covid-19 tersebut Sekdakab Batubara, Sakti Alam Siregar, Dandim/Asahan, Letkol Inf. Sri Marantika Beruh, Kapolres Batubara yang diwakili Kabag Ops, Kompol Rudy Candra, Danramil Batubara, Danlanal Tanjungbalai, Kajari Batubara yang diwakili Kasi Pidsus, para Kadis Kabupaten Batubara, Camat se-Kabupaten Batubara.

“Kesiapan Dinas yang dipimpinnya saat ini tengah melakukan penyesuaian dengan Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) di lingkungannya,” sebut Ilyas Kepada awak media usai mengikuti Rapat Gugus Tugas Covid-19.

Menurut Ilyas, dalam memasuki Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) Dinas dilingkungannya (sekolah) telah siap untuk memasuki dan melaksanakannya sebagaimana anjuran protokol kesehatan dalam dunia pendidikan saat memasuki Tatanan Kehidupan Baru. Hal tersebut dikarenakan Disdik Batubara jauh sebelumnya telah menyediakan tempat cuci tangan sederhana dengan menggunakan air mengalir di setiap sekolah minimal dengan 10 kran air dan disesuaikan dengan jumlah siswa masing-masing satuan pendidikan.

“Disamping itu juga. Dinas pendidikan telah menyiapkan masker baik untuk tenaga pendidikan, tenaga kependidikan, maupun peserta didik di masing-masing satuan pendidikan,” tambah Ilyas.

Lebih jauh Ilyas menjelaskan, ruang belajar juga telah dipersiapkan sesuai dengan protokol pendidikan dan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak baik antara siswa yang satu dengan siswa lainnya termasuk juga dengan tenaga pendidik. Dimana pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Tenaga Pendidik (guru) kelas juga diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas dan tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile.

Selanjutnya dalam penerapan aturan pola sekolah baru ini, terangnya, kedepan pihaknya juga tetap  mengadopsi upaya pencegahan covid-19, yaitu aturan pola baru yang meliputi seluruh warga sekolah wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan wastafel/tempat cuci tangan dengan air mengalir dan hand sanitizer atau sejenis sabun cair pada lokasi sekolah.

“Disamping itu juga kita tetap menghimbau sekolah agar membuat papan atau spanduk dan sejenisnya terkait dengan Informasi pencegahan Corona di gerbang atau pekarangan sekolah dan tetap menjaga kebersihan kelas, meja, dan kursi belajar dengan menyemprotkan disinfektan minimal dalam seminggu dua kali,” paparnya.

Ilyas juga menyampaikan bahwa Disdik Batubara sedang menyiapkan panduan umum dalam pelaksanaan pola sekolah baru dan kerja baru bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di tengah memulai tatanan kehidupan baru (New Normal). Dan pihaknya akan memastikan seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, dengan melakukan sosialisasi virtual pola baru ke orang tua, siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

“Dengan demikian, siswa atau orangtua siswa termasuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang sakit akan diberikan keringanan tetap belajar di rumah atau bekerja dari rumah hingga dokter menentukan sehat,” terang Ilyas seraya menyebutkan bahwa pihaknya juga memastikan bahwa sekolah akan memiliki kontak puskesmas, klinik, atau RS terdekat dengan sekolah dan akan memfasilitasinya jika anak atau warga sekolah mengalamai demam atau batuk sewaktu berada dalam lingkungan sekolah.

Kemudian terkait dengan kantin sekolah, Ilyas menyampaikan bahwa pengaturan kantin sekolah dengan tidak menyiapkan tempat duduk di kantin. Dan jikapun ada kantin yang buka, maka harus beli berbungkus dan tidak makan di tempat. Termasuk diharapkan bantuan para penjual makanan agar sementara tidak berjualan di sekitar sekolah.

“Oleh karenanya kami sangat mengharapkan kerjasama orangtua siswa dengan sekolah agar anaknya diberi bekal berupa panganan dan minuman dari rumah (membawa bontot),” ungkap Ilyas.

Sedangkan untuk pengukur suhu tubuh, sambungnya, pihaknya akan memastikan bahwa semua satuan pendidikan di Kabupaten Batubara telah memilikinya walaupun hanya satu unit. Ia pun berharap, Gugus Tugas dapat menambahnya melalui Dinas Kesehatan. Karena petugas akan melaksanakan tugasnya di pintu masuk gerbang sekolah, dengan melakukann Skrining fisik untuk guru, siswa, maupun tenaga kependidikan lainnya yang meliputi suhu tubuh, harus bermasker kain dan tidak tampak sakit.

Kemudian kepada para pengantar atau penjemput, diharuskan berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul. Begitu juga pihak sekolah sudah diperintahkan untuk meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul di sekitaran sekolah.

Disdik juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menurunkan petugas medis secara berkala ke sekolah, juga secara reguler melakukan pemeriksaan secara sampling di sekolah termasuk akan melakukan Rapit Test kepada Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta jika memungkinkan dapat menambah alat pengukur suhu tubuh untuk masing-masing sekolah,” tandas Ilyas. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: