Search
Rabu 15 Juli 2020
  • :
  • :

Kunjungan Pansus LKPJ DPRD Sumut ke Daerah Dipertanyakan

Starberita – Medan, Tim Pansus LKPJ DPRD Sumatera Utara yang diketuai Subandi melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan swasta di wilayah Tabagsel.

Namun kunjungan yang disebut- sebut dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut itu menuai kritik tajam dari Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut.

Ketua Pemuda LIRA, Bachtiar justru mempertanyakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Pansus LKPJ berkunjung ke daerah dan menggelar pertemuan dengan sejumlah SKPD juga perusahaan swasta, salah satunya di kantin sebuah hotel di Kabupaten Mandailing Natal.

“Apakah pansus LKPJ sudah berubah menjadi pansus PAD. Apa hubungannya perusahaan swasta dengan laporan pertanggungjawaban APBD Sumut,” kata Bachtiar di Medan, Selasa (2/6/2020).

Apalagi menurut Bachtiar DPRD Sumut punya komisi yang salah satunya membidangi persoalan keuangan dan mengurusi PAD.

“Apa Komisi C sudah tidak mampu bekerja sehingga terkesan diam saat Pansus LKPJ ” merampas” tupoksinya dan bergerilya ke perusahaan-perusahaan swasta dengan alasan ingin mendongkrak PAD,” katanya.

Selain itu, Bachtiar juga mempertanyakan alasan DPRD Sumut sampai mengundang sejumlah SKPD Pemprov Sumut menggelar rapat di Madina, disaat masih adanya imbauan untuk tidak keluar daerah jika tidak sangat mendesak akibat pandemi covid 19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Sebelumnya ketua Pansus PAD Subandi yang dihubungi wartawan membenarkan mereka berkunjung ke sejumlah wilayah Tabagsel, dalam rangka mendongkrak PAD dari sejumlah perusahaan swasta.

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, dewan harus bergerak cepat, sebab selama ini kontribusi sejumlah perusahaan tersebut di antaranya PT Sorik Mas Meaning dan Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources sangat minim terhadap PAD Sumut.

“Begitu banyak perusahaan tambang, belum lagi perusahaan-perusahaan perkebunan lainnya yang kalau didongkrak bisa menambah PAD ratusan miliar ke Sumut,” cetusnya.

Meski demikian Subandi mengaku pihaknya tidak sampai meninjau atau survei ke masing-masing lokasi usaha karena cukup jauh.

“Seperti PT Sorik Mas Meaning, kalau langsung survei ke lokasi usaha, bisa makan waktu 7 jam dan harus naik helikopter,” katanya. (sbc-03).




Tinggalkan Balasan

error: