Search
Jumat 10 Juli 2020
  • :
  • :

DPRDSU: Bantuan Sembako Provsu Sebaiknya Diganti Uang Tunai

Starberita – Batu Bara, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Dapil V meliputi Kabupaten Asahan, Batu Bara dan Kota Tanjung Balai merekomendasikan agar bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kepada masyarakat terdampak Covid-19 berikutnya diberikan dalam bentuk uang tunai, sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan dengan kualitas bahan kebutuhan pokok lebih baik.

Rekomendasi itu disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tempat penyimpanan paket bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di SMA Negeri 1 Sei Suka, Batu Bara, kemarin.

“Ada beberapa keuntungan jika diberi dalam bentuk tunai. Tidak merepotkan banyak pihak dan nilainya secara utuh sampai ke masyarakat,” sebut anggota DPRDSU, Yahdi Khoir Harahap, Ahmad Hadian dan Darwin Marpaung kepada wartawan di Medan, Senin (1/6/2020)

Bantuan berbentuk uang tunai itu, kata Yahdi, juga bisa dibelanjakan masyarakat ke warung yang ada di sekitarnya, sehingga uang bantuan tersebut secara ekonomi berputar di kabupaten/kota.

“Jadi, tidak memperkaya segelintir pengusaha, tapi dapat menggairahkan ekonomi usaha-usaha kecil di daerah,” katanya.

Yahdi menceritakan, dalam Sidak itu pihaknya menemukan timbangan beras, gula dan minyak goreng sesuai dengan porsinya. Namun kualitasnya tidak sesuai dengan nilai paket sebesar Rp225.000, terutama beras dan mie instan.

“Memang beras ditetapkan kualitas medium, tetapi menurut pengamatan, beras tersebut ada yang kualitasnya dibawah medium karena jumlah beras pecahnya lebih dari 50%, bahkan diperkirakan sampai 70%,” kata Yahdi.

Dari 7 merk beras yang diamati, sebut Yahdi, ada 2 merk beras yang sudah lama (apek) dan terkesan dioplos. Bahkan, katanya, ada 1 merk terpaksa ditolak oleh petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara, karena dijumpai karungnya bocor dan kondisi tidak layak.

Kemudian, sambung Yahdi, kualitas mie instannya sangat rendah dengan isi yang sangat sedikit tidak seperti biasanya.

“Merknya pun tidak pernah terlitat di pasaran. Beras dan mie instan tersebut sangat tidak layak untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terkesan asal ada saja. Bisa disimpulkan kualitas bahan tidak sesuai dengan nilai bantuan sebesar Rp225.000,” katanya.

Ironisnya lagi, timpal Hadian, pihaknya juga menemukan paket bantuan yang diterima dari provinsi sudah dalam keadaan terpacking dalam kardus diletakkan begitu saja di selasar SMA Negeri 1 Sei Suka dalam keadaan tidak disusun rapi. “Terkesan cuma diletakkan begitu saja tanpa alas dan penutup terpal,” katanya.

Kebetulan pada malam harinya turun hujan lebat, sambung Hadian, mengakibatkan ratusan paket basah, kardusnya hancur dan isinya berserakan di lantai serta halaman sekitar selasar, sehingga beras pun basah kuyup.

“Mie instan dan gula berserakan di lantai dan dibiarkan begitu saja. Ratusan paket itu sia-sia alias tak berguna jadinya, karena tidak layak lagi untuk diberikan kepada masyarakat. Kelihatannya, penanganan penyimpanan paket bantuan sebelum disalurkan ke masyarakat tidak dilakukan dengan serius dan seolah-olah tidak ada kepedulian,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, tambah Darwin, saat itu juga pihaknya menghubungi Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Batu bara, drg Wahid Khusyairi dan Kadis Sosial Batu Bara Ishak Liza untuk memberitahukan sekaligus menegur kondisi tersebut.

Keduanya, sebut Darwin, berjanji akan memindahkan tempat penyimpanannya dan juga akan mengganti paket sembako yang rusak tersebut.

“Kami akan melaporkan temuan ini kepada Pansus Covid 19 yang telah dibentuk DPRD Sumut beberapa waktu lalu. Kami juga akan terus melakukan monitoring di Dapil V Asahan, Batu Bara dan Tanjung Balai,” tandas Yahdi. (sbc-01)




Tinggalkan Balasan

error: