Search
Rabu 15 Juli 2020
  • :
  • :

ORI Sumut Kaget Mendengar Specimen Test Swab Anak PDP Di RS Pirngadi Medan Hilang

Starberita – Medan, Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar merasa kaget luar biasa ketika mendapat penjelasan tentang hilangnya sampel atau specimen untuk swab test seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan.

Sehingga, dirinya pun menduga bahwa hal inilah yang menjadi penyebab tak keluarnya hasil test swab anak tersebut.

“Saya kaget luar biasa mendengar informasi bahwa specimen atau sampel untuk swab test anak itu hilang,” ucap Abyadi saat di wawancarai terkait lambannya keluar hasil test swab anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan, Kamis (28/5/2020).

Lebih lanjut Abyadi mengatakan bahwa pihaknya (ORI Sumut) merasa beruntung menelusuri permasalahan tersebut, setelah pihaknya menerima laporan. Atas dasar laporan itu, jelas Abyadi, pihaknya kemudian melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak laboratorium RS USU dan pihak RS Pirngadi Medan.

“Dari hasil penelusuran itu, kita menerima keterangan bahwa sampel atau specimen anak itu ternyata hilang. Dan mereka tidak mengetahui kemana barangnya,” ungkap Abyadi dengan nada bingung.

Untuk mengganti specimen yang hilang itu, sambung Abyadi bercerita, akhirnya pihak RS pun mengambil specimen baru kembali terhadap anak tersebut.

“Karena sampelnya hilang, maka sudah dilakukan pengambilan specimen kembali pada 27 Mei 2020. Menurut penjelasan kepada kita di Kantor Ombudsman, hasilnya akan diketahui tiga hari setelah pengambilan specimen,” kata Abyadi.

Kendati demikian, Abyadi sangat menyayangkan hilangnya specimen tersebut. Ia pun menegaskan bahwa hal ini benar-benar layanan kesehatan yang buruk terhadap pasien covid.

“Kita menduga, kalau saja hal ini tidak ditelusuri dan tidak dibongkar, jangan-jangan belum diketahui sampai kapan anak yang berinisial ‘T’ itu menjalani isolasi di rumah sakit. Kasihan betul anak itu. Terkatung-katung akibat buruknya layanan kesehatan. Ini kerja yang sangat ceroboh. Kasihan masyarakat akibat layanan kesehatan yang buruk seperti itu,” tegas Abyadi.

Berdasarkan temuan ini, Abyadi menjadi curiga, jangan-jangan kasus seperti ini tidak hanya dialami satu orang saja. Tetapi juga bisa dirasakan oleh banyak pasien lainnya. Menunggu hasil swab test yang tidak jelas kapan keluarnya akibat hilang specimennya.

“Ini benar benar kerja ceroboh,” katanya.

Karenanya, untuk kesekian kalinya, Abyadi meminta Tim Gugus Terpadu Percepatan Penanganan (GTPP) Covid Sumut agar segera melakukan evaluasi kinerja dan segera memperbaiki sistem komunikasi dan koordinasi antar internal dan eksternal. Serta memperbaiki penanganan layanan kesehatan dan juga layanan penyaluran bantuan kesejahteraan sosial.

Selain itu, Abyadi juga meminta Gubsu agar bersungguh-sungguh meningkatkan peran pengawasannya terhadap kinerja Tim GTPP Covid Sumut. Sehingga berbagai persoalan dalam percepatan penanganan covid-19 yang terjadi di Sumut ini bisa dilakukan dengan baik.

Sekedar diketahui, sejak beberapa hari lalu, ORI Perwakilan Sumut menerima laporan terkait lambatnya keluar hasil pemeriksaan swab seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan. Padahal, specimen anak itu sudah diambil pada 8 Mei 2020. Namun hingga saat ini, hasil pemeriksaan swab yang kedua, belum juga keluar.

Hal tersebut menyebabkan kondisi anak berumur 12 tahun tersebut tidak mendapatkan kepastian layanan yang jelas. Bahkan parahnya lagi, anak itu juga tidak mengetahui sampai kapan dirinya harus menjalani isolasi di rumah sakit. Padahal dirinya sudah dirawat di rumah sakit sejak 4 Mei lalu.

Oleh karenanya, Abyadi meminta keseriusan tim GTPP Covid Sumut menjalankan tugasnya dalam percepatan penanganan Covid-19 di Sumut. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: