Search
Rabu 3 Juni 2020
  • :
  • :

Diduga Mal Administrasi, Kades Bawodesolo Laporkan Camat Gunung Sutoli

 

Starberita – Gunung Sitoli, Pemerintah Desa (Pemdes) Bawodesolo resmi melaporkan Camat Gunung Sitoli Idanoi Dasma Telaumbanua ke Polres Nias, Senin (18/5/2020), terkait indikasi mal-administrasi atas keputusan yang dilakukan dalam penyelesaian pemasangan papan nama jalan oleh Pemdes Dahan yang berlokasi didalam Desa Bawodesolo.

Dalam surat notulen rapat musyawarah yang dilaksanakan di Kecamatan Gunung  SitoliI Idanoi tertanggal 9 Maret 2020 yang menghasilkan keputusan secara sepihak serta diskriminasi terhadap salah satu Desa yakni Desa Bawodesolo, Camat Gunung Sitoli Idanoi berani mengeluarkan keputusan yang menyimpang terkait tidak ada pengakuan resmi keberadaan Dusun III Desa Bawadesolo Kecamatan Gunung Sitoli Idanoi sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan tersebut.

Menurut Kepala Desa Bawodesolo, Triawan Larosa, seharusnya Camat Gunung Sitoli Idanoi mempedomani Permendagri No.45 Tahun 2016 Pasal 18, dimana penetapan batas desa, penegasan dan pengesahannya merupakan wewenang dan keputusan Kepala Daerah setempat.

Triswan Larosa juga menyatakan bahwa akibat dari keputusan tersebut, sebagian besar masyarakat Desa Bawodesolo mengalami kerugian dan memunculkan masalah baru pada Kamis (12/3/2020) yakni terjadinya pengerusakan dan pembongkaran tugu monumen PNPM Mandiri Desa Bawodesolo yang dibangun beberapa tahun lalu.

Selain itu, lanjutnya, bahwa ada hal lain akibat dari keputusan tersebut yakni adanya kegagalan pada rancangan yang telah diusulkan Pemdes melalui pengusulan RKPD Kota pada tahun 2021 maupun RKPDes Bawodesolo tahun 2020 karena perbedaan nomenklatur terkait pengusulan pembangunan Dusun III sepanjang Jalan Karya Desa Bawodesolo, akibatnya tugu monumen PNPM Mandiri tersebut dirusak dan dibongkar oleh beberapa oknum.

“Dan hal itu sangat merugikan masyarakat Desa Bawodesolo, baik dari segi sosial, hukum, adat dan lain sebagainya serta pembangunan itu dibiayai dari keuangan negara,” tambahnya.

Ditempat terpisah saat awak media mengkofirmasi Camat Gunung Sitoli Idanoi melalui selulernya, Rabu (20/5/2020), mengaku kaget atas laporan tersebut terkait dengan dirinya melakukan mal administrasi atas penyelesaian pemasangan papan nama jalan yang berada diantara dua desa yakni Desa Bawodesolo dan Desa Dahana.

Camat Gunung Sitoli itu juga mengaku bahwa dirinya belum pernah mengeluarkan keputusan sesuai laporan Pemdes Bawodesolo.

“Kira-kira hukum apa yang saya lawan? Sebab saya hanya melaksanakan tugas dan kewajiban berdasarkan aturan dan selalu berpedoman pada Permendagri No 45 Tahun 2016 tentang penetapan dan penegasan batas desa yang memberikan kewenangan dan perintah kepada Camat untuk menyelesaikan melalui musyawarah bilamana terdapat perselisihan batas Desa dalam satu wilayah Kecamatan,” ujar Camat.

Masih kata Camat, bahwa melalui musyawarah yang dihadiri bersama Forkopimka, kedua unsur Pemerintahan Desa dan tokoh masyarakat, termasuk perwakilan dari Pihak Polres Nias, hal ini bukan membahas penegasan batas desa namun penyelesaian masalah yang dilaksanakan sesuai permintaan Pimpinan Pemerintahan Desa Bawodesolo dengan mempedomani Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 tentang penegasan batas desa yang memuat aturan dan petunjuk mengenai batas desa yang diakui oleh peraturan perundang-undangan yang ada.

Pimpinan Kecamatan dalam hal ini Camat Gunungs Sitoli Idanoi hanya memfasilitasi musyawarah sesuai kewenangan dan aturan yang ada, semestinya kesimpulan yang dihasilkan dalam musyawarah dapat menjadi pedoman bagi kedua unsur Pemerintahan.

“Justru hal ini terbalik, disaat Pimpinan Kecamatan mengambil kesimpulan, Pimpinan Desa melaporkan Camatnya ke Polres,” ucapnya.

Selanjutnya Camat Gunung  Sitoli Idanoi segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Gunung Sitoli dalam menindaklanjuti laporan tersebut terkait dirinya atas pelaporan oleh Pemerintah Desa Bawodesolo Kecamatan Gunung Sitoli Idanoi Kota Gunung Sitoli beberapa hari yang lalu.

“Pertama saya akan koordinasi dengan Pemerintah Kota Gunung Sitoli termasuk mempertimbangkan isi dan materi laporan yang telah disampaikan kepada Polres Nias. Selain itu, dalam laporan tersebut banyak ketidaksesuaian seperti yang ditulis Keputusan Camat Gunung Sitoli Idanoi yang mana itu bukan Keputusan namun hanya Berita Acara penyelesaian, serta  tuduhan lain yang tertulis terhadap diri saya selaku pribadi dan atas nama jabatan. Hasil koordinasi ini akan menentukan langkah hukum yang saya tempuh kedepannya setelah mendengar laporan terkait hal ini, bila nantinya lebih mengarah kepada pencemaran nama baik pribadi dan jabatan saya, bukan tidak mungkin saya akan membuat laporan resmi dan menempuh jalur hukum di Polres Nias,” pungkasnya. (rel/sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: