Search
Jumat 10 Juli 2020
  • :
  • :

Ini Keterangan Pemprovsu Soal Penyaluran Bantuan dan Donasi Yang Diterima

 

Starberita – Medan, Terus menjadi sorotan terkait penyaluran bantuan yang dilakukan, akhirnya Pemprovsu mengeluarkan rilis resminya, Senin (11/5/2020) pagi, terkait bantuan yang disalurkan dan donasi yang terkumpul di GTPP Covid-19.

Gubsu, Edy Rahmayadi melalui Sekdaprovsu, R. Sabrina mengatakan bahwa Pemprovsu telah, sedang, dan akan terus menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan berbagai pihak yang berhak menerima, baik berupa alat kesehatan maupun bahan pangan pokok.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pandemi covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Dimana untuk bantuan yang bersumber dari dana APBD Sumut diarahkan untuk kegiatan yang berkenaan dengan: kesehatan; jaring pengaman sosial; dan  stimulus ekonomi.

Dalam sektor kesehatan, bantuan ditujukan untyk penyiapan RS khusus covid, alat kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan, dan bahan-bahan serta operasional pendukung kesehatan lainnya. Dimana saat ini, sudah beroperasi RS khusus covid-19 yaitu RS GL Tobing dengan kapasitas 49 kamar, RS Marta Friska 1 dengan kapasitas 120 kamar.

“Dan dalam persiapan, RS Marta Friska 2 sebanyak 110 kamar dan wisma atlet 99 kamar serta beberapa lokasi lainnya untuk mencapai target 500 kamar. Selain ini, dipersiapkan juga sebagai cadangan beberapa gedung hingga 1.000 kamar, untuk antisipasi terhadap kemungkinan melonjaknya masyarakat yang terpapar covid-19,” ucap Sabrina dalam rilis tersebut.

Disamping itu, sudah disiapkan pula tempat karantina sementara di Kabupaten Batubara bagi pekerja migran Indonesia yang kembali ke Sumut dan yang transit di Sumut. Tempat karantina sementara ini, jelas Sabrina, juga akan disiapkan di kota tanjung balai. Kemudian untuk bantuan logistik kesehatan ini didistribusikan kepada rumah sakit rujukan dan non rujukan serta RSUD seluruh Kabupaten/Kota.

“Termasuk tempat karantina sementara dan petugas yang melakukan tugas dalam rangka penanganan covid-19,” sebutnya.

Kemudian untuk sektor Jaring Pengaman Sosial (JPS), Sabrina menjelaskan bahwa JPS ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan pantas menerima bantuan atau keluarga prasejahtera. Mengingat kondisi masyarakat saat ini sudah mendesak memerlukan bantuan, katanya, maka JPS yg akan disalurkan berupa bantuan sembako kepada 1.321.426 kk, sesuai dengan  jumlah KK prasejahtera yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“DTKS digunakan sebagai pedoman jumlah penerima bantuan, tetapi dalam penyalurannya diperhatikan kondisi calon penerima. Bila ternyata kondisi keluarga tersebut tidak pantas menerima (walaupun termuat dalam DTKS), maka tidak diberi bantuan dan dikeluarkan dari daftar. Sedangkan bila terdapat keluarga yang memang pantas menerima bantuan, walaupun tidak termuat dalam daftar DTKS, maka diberikan bantuan dan dicatatkan namanya dalam daftar. hal ini untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran sekaligus memvalidasi data,” jelas Sabrina.

Bantuan ini, sambungnya, disalurkan kepada Gugus Tugas Kabupaten/Kota yang selanjutnya mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang layak menerima oleh Kepala Desa/Lurah bersama Babinsa dan Babin Kamtibmas.

“Penyaluran ini direncanakan telah terlaksana sebelum Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Disamping bantuan dari APBD Sumut tersebut, tambahnya lagi, PDAM sebagai BUMD Sumut juga membantu meringankan beban masyarakat tertentu dengan memberlakukan pembayaran gratis rekening air selama 3 bulan terhadap pelanggan air kategori rumah tangga 1 (RT-1) dan pelanggan sosial yang terdiri dari rumah-rumah ibadah, panti asuhan, panti jompo,yayasan yatim piatu juga puskesmas.

Selanjutnya di sektor stimulus ekonomi, bantuan ditujukan untuk  membantu para pelaku usaha yang terdampak covid-19, agar dapat menggerakkan usahanya untuk kepentingan ekonomi keluarganya dan perputaran ekonomi daerah.

“Stimulus ini lebih di utamakan bagi Para Pelaku UMKM, Koperasi, dan Kelompok Usaha, termasuk petani, peternak dan nelayan, berupa peningkatan kapasitas pelaku usaha dan peningkatan daya saing,” papar Sabrina.

Selanjutnya, terkait dengan bantuan yang disalurkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut yang berasal dari donasi masyarakat, Sabrina mengatakan bahwa GTPP Covid-19 Sumut menerima bantuan dari berbagai pihak baik dari Gugus Tugas Pusat/Kementrian, dari perusahaan, asosiasi, kelompok profesi, kelompok masyarakat, maupun perorangan yang saat ini terkumpul di GTTP Covid-19 Sumut dalam bentuk uang tunai, bahan pangan, dan alat/bahan kesehatan.

“Untuk uang tunai yang diterima, sampai saat ini belum digunakan. Masih dicadangkan untuk hal-hal yang diperlukan nantinya. Lalu untuk bahan pangan yang diterima, telah, sedang, dan akan terus di distribusikan, khususnya kepada: panti-panti asuhan dan panti jompo (disampaikan langsung ke panti tersebut), mahasiswa luar Provinsi Sumatera Utara dan luar Medan yang tidak dapat kembali ke daerahnya (disalurkan langsung kepada mahasiswa di asrama dan perguruan tingginya), tokoh-tokoh agama (disalurkan melalui organisasi induk masing-masing agama), guru-guru honorer (disalurkan melalui sekolah tempat  bertugas). Selanjutnya, untuk alat/bahan kesehatan disalurkan kepada rumah sakit rujukan, rumah sakit non rujukan, dan rumah sakit umum daerah serta para petugas yang memerlukan dalam penanganan covid,” tandas Sabrina. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: