Search
Jumat 10 Juli 2020
  • :
  • :

Cegah Covid-19, Gubsu Satukan Gerakan Mebidang

Starberita – Medan, Gubsu, Edy Rahmayadi memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Walikota Medan, Walikota Binjai, dan Bupati Deliserdang, di Posko Gugus Tugas Pencegahan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Senin (11/5/2020).

Dalam Rakor tersebut, Gubernur mengajukan kepada tiga daerah utama Sumut, yakni Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang) untuk membuat gerakan bersama dalam penanganan Covid-19. Gerakan bersama tersebut adalah operasi masker, penyediaan tempat-tempat cuci tangan, dan penerapan ketat physical distancing.

“Ketiga hal ini merupakan fokus utama untuk tiga daerah yang menjadi fokus utama dalam penanganan penyebaran Covi-19, dikarenakan ketiga daerah tersebut seperti tidak memiliki batas. Bahkan perpindahan masyarakat di ketiga daerah itupun begitu masif, karena jarak ketiga daerah tersebut sangat berdekatan,” sebut Edy.

Selain itu, sambung Edy, dari data penyebaran Covid-19, Medan dan Deliserdang merupakan daerah yang tertinggi dibanding daerah lain di Sumut. Per Senin (11/5/2020), tercatat pasien PDP yang positif Covid-19 di Medan 132 orang, PDP 87 orang, sembuh 35 orang dan meninggal 13 orang. Sementara di Deliserdang positif 20 orang, PDP 19 orang dan 4 orang meninggal. Dengan mengontrol ketat ketiga daerah ini harapannya tentu jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Sumut bisa ditekan.

Edy mengatakan, dalam pelaksanaannya, Pemprovsu bersama dengan Mebidang akan melaksanakan operasi masker di ketiga daerah. Dimana Pemerintah akan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat sebagai pengingat bila diluar rumah harus menggunakan masker. Dan diperkirakan, hal ini akan dilakukan selama tiga hari. Setelah pembagian masker, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak menggunakan masker ketika di luar rumah.

“Bila ada yang kedapatan tidak menggunakan masker, akan diberi sanksi tegas. Bila masyarakat tidak menggunakan masker, maka tidak akan diperbolehkan masuk ke pasar, supermarket, jalan raya, dan tempat-tempat publik lainnya,” tegas Edy.

Selain masker pemerintah juga akan memperbanyak fasilitas cuci tangan di tempat-tempat umum dan juga penerapan physical distancing. Dimana untuk penerapan ketiga hal ini, Pemprovsu, Pemko Medan, Pemko Binjai, serta Pemkab Deliserdang akan mengerahkan pihak keamanan yang terdiri dari Polisi, TNI, dan Satpol PP.

Bukan hanya kepada masyarakat, Pemprovsu dan ketiga daerah juga sepakat menindak cafe-cafe yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Kepada pengusaha-pengusaha cafe, tempat makan atau sejenisnya diminta untuk tidak memfasilitasi orang-orang berkumpul atau berkerumun.

Dalam rapat tersebut, Walikota Medan, Akhyar Nasution mengucapkan terima kasih kepada Gubernur atas kebijakan yang dilakukan, dan Pemko Medan siap melaksanakannya. Saat ini, kata Akhyar, Pemko Medan sedang mengisolasi semua pasien positif dan juga PDP.

“Tidak ada perawatan di rumah karena dilihat dari kluster pasien, ada sekitar 15 orang yang menularkan Covid-19 di keluarga intinya. Dia menelurkan 1-4 orang di keluarganya. Sehingga di Medan tidak ada pasien PDP dan positif yang di rawat di rumah, semua harus di isolasi,” ucap Akhyar.

Terkait kebijakan yang dilakukan Gubernur, Walikota Binjai, M. Idham dan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan juga setuju dan menyatakan siap mendukung kebijakan yang dikeluarkan.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit menjelaskan rencananya soal pembagian masker. Dimana untuk perharinya akan ada 1000 masker yang akan dibagikan, dan akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut di ketiga daerah tersebut.

“Hal utama yang menjadi perhatian setiap daerah adalah menyukseskan Perwal Nomor 11 Tahun 2020 yang dicanangkan Medan. Cara ini dianggap paling efektif dan efisien karena memisahkan yang sakit dan yang sehat. Yang dikarantina adalah yang sakit. Bukan seperti PSBB, dimana yang sehat juga harus mengkarantina diri. Secara cost, ini paling efektif karena tidak begitu banyak menghabiskan dana dan tidak berdampak terlalu besar pada sosial masyarakat,” terang Alwi seraya mengatakan bahwa pola ini merupakan pola pertama dalam penanganan Covid-19 di Indonesia dan akan menjadi contoh untuk daerah-daerah lain di Sumut. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: