Search
Kamis 6 Agustus 2020
  • :
  • :

Jalan Provinsi di Simalungun Terancam Putus, Dinas BMBK Jangan Tutup Mata

 

Starberita – Medan, Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Sumatera Utara (Sumut) jangan ‘tutup mata’ terhadap jalan provinsi di Kabupaten Simalungun yang kondisnya babak belur dan terancam putus akibat kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

 “Ada beberapa permasalahan rusaknya jalan provinsi di Kabupaten Simalungun, termasuk jalan jurusan Pematang Siantar-Pematang Raya tepatnya di Sondiraya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun kian parah dan nyaris putus, hingga kini belum diperhatikan secara serius,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Rony Reynaldo Situmorang kepada wartawan di Medan, Senin (4/5/2020).

Menurut Roni, ada beberapa perihal kerusakan jalan dan jembatan provinsi di Simalungun kondisinya memprihatinkan dan sangat krusial. Yaitu Progress jembatan penghubung Siantar dan Tanah Jawa yang informasinya stagnan, bahkan jembatan Balley (sementara) sudah putus lagi.

Kemudian, lanjut Politisi Partai NasDem ini, rusaknya jalan provinsi penghubung Siantar – Perdagangan terletak di Simpang Dolok Sinumbah. Rusak parahnya jalan provinsi penghubung Simpang Raya – Tiga Ras (sepanjang 30km), merupakan salah satu akses menuju Pelabuhan Tiga Ras. Rusak parahnya jalan provinsi penghubung Siantar – Raya dan  jembatan Bah Binoman Nagori Marjandi Kecamatan Panei Tonga terncam longsor diduga kuat akibat limpahan air dari PTPN 4 Kebun Marjandi.

Selain itu, masih kata Roni, kerusakan jalan lainnya, jalan provinsi yang ada di Kecamatan Hatonduhan yang kondisinya terancam putus karena longsor, serta jalan jurusan Pematang Siantar-Pematang Raya tepatnya di Sondiraya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

Sementara itu, tambahnya, persoalan progress jembatan tanah jawa, perubahan anggaran Dinas BMBK terkait Refocussing kebutuhan Covid 19. Persoalan anggaran rutin pemeliharaan jalan provinsi di Simalungun dan Siantar, serta kerusakan jalan lain tak kunjung perbaikan akan dipertanyakan dan mendesak Dinas BMBK Provsu segera memperbaiki.

“Saya sudah minta juga ke Komisi D segera menjadwalkan RDP terkait kondisi jalan di Simalungun. Namun belum bisa dijadwalkan di bulan Mei ini, karena keputusan DPRD terakhir semua agenda rapat divakumkan akibat pandemi covis-19,” ujarnya.

Terkait permasalahan rusak parahnya jalan provinsi penghubung Siantar – Raya yang mengancam longsornya jembatan Bah Binoman Nagori Marjandi Kecamatan Panei Tonga, anggota Komisi D DPRD Sumut menduga diakibatkan limpahan air dari PTPN 4 Kebun Marjandi.

“Dalam RDP nanti agar diundang pihak PTPN 4 dan Dinas BMBK UPT Siantar-Simalungun, karena akibat luapan air banjir dari Kebun Marjandi, jalan provinsi sudah sangat rusak, berlubang dan longsor, sehingga  jembatan penghubung yang terletak di jalan provinsi penghubung Siantar-Raya terancam putus, juga mengancam rumah masyarakat,” pungkasnya. (sbc-03)

 




Tinggalkan Balasan

error: