Search
Jumat 7 Agustus 2020
  • :
  • :

Payudara Besar Sebelah, Normalkah?

Starberita – Jakarta, Payudara besar sebelah dikenal juga dengan istilah payudara asimetris. Hal ini normal terjadi, karena struktur anatomi tubuh manusia memiliki beberapa variasi bentuk.

Terkadang, Anda menemukan perbedaan ukuran di antara bagian yang kiri dan kanan. Selama perbedaan ukuran tidak melebihi 50 persen antara sisi kiri dan kanan, maka perbedaan ini masih dikatakan normal.

Mengapa Payudara Bisa Besar Sebelah?

Payudara besar sebelah ditandai dengan salah satu payudara yang memiliki bentuk, ukuran, maupun posisi yang berbeda dengan payudara satunya. Hal ini dapat disebabkan adanya penyimpanan cairan pada payudara, perubahan aliran darah, perbedaan pada jaringan pembentuk payudara, dan lainnya.

Ada beberapa hal yang memengaruhi perbedaan ukuran payudara ini, antara lain:

1.  Masa Pubertas

Pada masa pubertas, ukuran payudara bisa terlihat asimetris. Namun semakin bertambahnya umur, kedua payudara akan menyeimbangkan ukuran dengan sendirinya.

2.  Trauma di Payudara

Cedera pada salah satu payudara dapat menyebabkan perubahan struktur jaringan di dalam payudara. Hal ini memungkinkan ukuran payudara terlihat berbeda pascacedera.

3.  Perubahan Hormon

Saat tubuh mengalami perubahan hormon, misalnya saat memasuki masa ovulasi, terkadang jaringan payudara akan berubah. Alhasil payudara akan terasa lebih penuh dan sensitif.

4.  Penggunaan KB Hormonal

Rutin menggunakan KB hormonal setiap bulannya bisa membuat payudara tampak asimetris. Namun, hal ini akan berlangsung sementara waktu saja sampai hormon di dalam tubuh kembali stabil.

5.  Masa Kehamilan dan Menyusui

Pada masa kehamilan dan menyusui, tubuh mempersiapkan diri membentuk jaringan untuk memproduksi ASI. Oleh sebab itu, ukuran payudara pun akan menjadi berbeda.

Pemeriksaan Payudara Sendiri

Sebagai wanita, penting untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin. Pemeriksaan ini dapat Anda lakukan di rumah minimal satu bulan sekali. Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari sebelum menstruasi atau satu minggu setelah menstruasi.

Berikut ini adalah langkah-langkah pemeriksaan payudara sendiri:

  1. Berdirilah di hadapan cermin, dengan bahu tegak dan kedua tangan di pinggang. Perhatikan, apakah terdapat perubahan ukuran, bentuk, dan warna pada payudara Anda.
  2. Selanjutnya, angkat kedua tangan dan perhatikan kembali payudara Anda. Cari tahu ada atau tidaknya perubahan ukuran, bentuk, dan warna pada payudara Anda.
  3. Membungkuklah hingga payudara terjulur ke bawah. Cek ada atau tidaknya perubahan pada payudara Anda.
  4. Cermati juga posisi payudara kanan dan kiri saat Anda membungkuk. Apakah sejajar atau ada yang lebih besar ukurannya? Kemudian, tekan puting payudara secara perlahan dengan ibu jari dan telunjuk. Perhatikan apakah ada cairan keluar dari puting.
  5. Sambil berbaring, letakkan bantal kecil di bawah pundak dan tempatkan tangan kanan di bawah kepala Anda. Dengan menggunakan tangan kiri, periksa payudara Anda yang kanan, begitu pula sebaliknya.
  6. Selanjutnya, tekan seluruh area payudara dengan gerakan memutar, mulai dari yang terluar (arah jam 12) hingga mencapai puting. Rasakan dan perhatikan apakah terdapat benjolan, kepadatan, atau cairan yang keluar dari puting.
  7. Kembali ke posisi berdiri, angkat satu tangan ke belakang kepala dan gunakan tangan lainnya untuk memeriksa payudara satunya.

Perlukah Periksa ke Dokter?

Soal payudara asimetris, hal yang perlu dikhawatirkan adalah jika perubahan ukuran payudara terjadi secara tiba-tiba dan perbedaan ukurannya melebihi 50 persen. Anda juga perlu waspada apabila perubahan tersebut disertai nyeri, benjolan, atau tanda kemerahan di payudara.

Hal tersebut bisa mengarah pada gangguan infeksi, tumor jinak, atau tumor ganas. Oleh karena itu, segera konsultasi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan payudara secara langsung. Dokter mungkin akan menyarankan tes mammografi untuk mengetahui penyebabnya.

Anda juga perlu melakukan sadari apabila terdapat perubahan payudara atau kondisi yang tidak normal. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: