Search
Selasa 4 Agustus 2020
  • :
  • :

Imbas Corona, Harga Mbappe Bisa Merosot 80%

Starberita – Jakarta, Efek dari pandemi virus corona telah menyentuh ke seluruh lini. Sejumlah masyarakat ada yang mengalami penurunan pemasukan, bahkan ada juga yang sama sekali kehilangan pendapatan imbas Covid-19.

Tidak hanya berpengaruh terhadap perekomian, pandemi virus corona juga mengganggu harga pasar seorang pemain sepakbola. Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) jadi kubu pertama yang menyuarakan jal ini.

Mereka menilai nilai transfer akan turun setelah pandemi ini selesai. Karena itu, demi memberi napas kepada klub-klub untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka, FIFA memastikan takkan membuka bursa transfer musim panas 2020 pada 1 Juli.

Kemungkinan besar, bursa transfer musim 2020-2021 bakal dibuka 1 September atau 1 Oktober 2020. Ahli ekonomi (Ekonom) asal Italia, Marco Belinazzo, pun memiliki pandangan yang sama.

Virus corona dinilai Belinazzo membuat klub bakal berpikir dua kali untuk mendatangkan seorang pemain seharga 100 juta euro (Rp1,67 triliun). Sebab, saat ini saja klub-klub harus memutar otak untuk menggaji para pemain ketika sumber pemasukan mereka tak lagi sama.

“Orang-orang tidak akan menghabiskan 100 juta euro seperti saat Ousmane Dembele ke Barcelona. CIES (Pusat Studi Olahraga) baru-baru ini memaparkan nilai pemain turun 30 persen. Jika semua klub harus merevisi akun mereka, nilai transfer besar akan sulit terjadi,” kata Marco.

Bahkan prediksi ekstrem dilontarkan politikus asal Prancis, Daniel Cohn-Bendit. Bendit menilai harga pasar seorang pemain bisa turun hingga 80 persen! Ia menilai harga pasar Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain) akan turun dari yang awal 200 juta euro (Rp3,35 triliun) menjadi 35 juta euro (Rp586,9 miliar).

“Setelah virus corona, harga Mbappe hanya di kisaran 35-40 juta euro, bukan 200 juta. Siapa yang akan bisa membelinya,” tanya Bendit.

Sekarang harapannya pandemi virus corona segera berakhir. Kita pun bisa membantu memutus rantai penyebaran virus corona dengan tetap berada di rumah dan menerapkan pola hidup sehat. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: