Search
Jumat 10 Juli 2020
  • :
  • :

Sejumlah Komoditas Ekspor Turun 14%, Kadisperindag Sumut Harap Wabah Segera Berakhir

Starberita – Medan, Sejumlah kegiatan ekspor dan impor kebutuhan pangan di Sumatera Utara mengalami penurunan, akibat pandemi Covid-19 yang berkelanjutan hingga saat ini.

Sebagaimana hal itu diungkapkan Kadisperindag Sumut, Zonny Waldi yang ditemui di Posko Covid-19 Sumut, Jumat (17/4/2020). Zonny menjelaskan bahwa persentase turunnya kegiatan ekspor sejumlah komoditas di tengah pandemic covid-19 saat ini mencapai 14%.

“Saat ini, kita sama-sama tahu dunia dilanda pandemi covid-19. Kondisi ini membawa dampak ekonomi, khusus lagi eksport dan impor. Turunnya ekspor terjadi di triwulan 1 (Januari – Maret 2020), yaitu sebanyak 14% dari biasanya,” ucap Zonny.

Lebih jauh dikatakannya bahw turunnya aktivitas itu disebabkan terganggunya transportasi disejumlah negara untuk menuju tujuan, terutama pengangkutan yang menggunakan kapal laut.

“Transportasi laut saat ini banyak yang tidak berjalan normal,” katanya.

Sedangkan untuk import, Zonny mengatakan bahwa Sumut juga memgalami penurunan yang serupa, termasuk buah dari negara China dan Amerika. Kendati demikian, kata Zonny, untuk permintaan karet sebagai bahan dasar membuat sarung tangan atau alat pelindung diri (APD), saat ini justru mengalami peningkatan. Bahkan, kebutuhan untuk dalam negeri juga terpenuhi.

“Biasanya Amerika pengimpor buah ke kita, itu juga mengalami penurunan. Meski menurun, kedua kegiatan itu tidak ada yang kita hentikan. Tetapi, untuk ekspor karet kita pada tri wulan ini meningkat. Mungkin untuk kebutuhan sarung tangan karet untuk kebutuhan APD,” ujarnya.

“Sarung tangan karet dan yang berkaitan dengan APD kita utamakan dalam negeri baru ekspor. Kebetulan sarung tangan karet produksi ada di Sumut, sehingga untuk kebutuhan dalam negeri kita bisa terpenuhi,” tambah Zonny menjelaskan.

Oleh karenanya, Pemprovsu meminta kepada perusahaan industri dan pangan agar tidak memberhentikan aktivitasnya. Selain itu, pihak perusahaan juga diminta untuk memperketat aturan penyebaran Covid 19 ini.

“Urusan industri dan pangan tidak ada yang dihentikan. Kita harap, wabah ini bisa segera berakhir sehingga perekonomian di Indonesia bisa kembali berjalan dengan normal, termasuk di Sumut,” pungkasnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: