Search
Minggu 7 Juni 2020
  • :
  • :

Menular, Begini Cara Mencegah Meningitis

Starberita – Jakarta, Musisi tanah air, Glenn Fredly meninggal dunia di usia 44 tahun pada Rabu petang sekitar pukul 18.00 di Rumah Sakit Setia Mutia, Cilandak, Jakarta Selatan. Glenn Fredly  meninggal dunia karena komplikasi meningitis atau radang selaput otak.

Meningitis yang diderita Glenn Fredly merupakan peradangan pada lapisan meningen yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis sendiri biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur.

Seseorang yang menderita meningitis ini akan menunjukkan gejala sakit kepala yang tidak kunjung reda, demam, perubahan kesadaran, mual dan muntah, dan sensitif terhadap cahaya.

Meningitis diketahui merupakan penyakit yang dapat menular melalui bersin, batuk, ciuman, mengenakan alat makan yang sama, sikat gigi atau rokok. Meski menular, tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan beberapa langkah. Berikut ini beberapa cara pencegahan meningitis. 

  1. Mencuci tangan

Mencuci tangan dengan tepat dapat membantu mencegah penularan meningitis. Selalu rajin mencuci tangan sebelum makan dan setelah ke toilet atau setelah kontak dengan hewan menjadi kunci penting pencegahan meningitis.

  1. Tidak menggunakan peralatan makan, minum, sikat gigi atau lipstik yang sama dengan orang lain. 
  2. Menjaga kekebalan tubuh dengan istirahat cukup, olahraga teratur, dan makan makanan sehat dengan banyak konsumsi buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian utuh.
  3. Gunakan masker atau terapkan etika ketika bersin dan batuk.
  4. Jika hamil, berhati-hatilah saat mengonsumsi makanan. Kurangi konsumsi daging, termasuk hot dog dan daging deli. Hindari konsumsi keju yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.

Selain itu, melaksanakan imunisasi meningitis juga dapat mencegah penularan penyakit ini. Beberapa jenis meningitis karena bakteri yang dapat dicegah dengan vaksinasi antara lain:

  1. Vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

Vaksin ini direkomendasikan diberikan pada anak usia 2 bulan. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk beberapa orang dewasa, termasuk mereka yang memiliki penyakit AIDS dan mereka yang tidak memiliki limpa.

  1. Vaksin pneumokokus (PCV13)

Vaksin ini juga merupakan bagian dari jadwal imunisasi reguler untuk anak di bawah 2 tahun di Amerika Serikat.  Dosis tambahan direkomendasikan untuk anak-anak usia 2 hingga 5 tahun yang berisiko tinggi terhadap penyakit pneumokokus, anak-anak yang memiliki penyakit jantung, paru kronis atau kanker.

  1. Vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan vaksin ini untuk orang tua yang berusia lebih dari 65 tahun, untuk orang dewasa muda dan anak-anak usia 2 tahun dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau mereka dengan penyakit kronis seperti jantung, diabetes atau anemia sel sabit; dan bagi siapa saja yang tidak memiliki limpa.

  1. Vaksin meningokokus

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan bahwa dosis tunggal diberikan kepada anak-anak usia 11 hingga 12 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan kepada anak-anak antara usia 2 bulan hingga 10 tahun yang berisiko tinggi meningitis bakteri atau yang tertular dari seseorang yang mengidap penyakit ini.  Vaksin ini juga dapat diberikan kepada masyarakat yang sehat tetapi sebelumnya tidak divaksinasi. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: