Search
Rabu 5 Agustus 2020
  • :
  • :

Jika Anda Terkena DBD & Infeksi Covid-19 Bersamaan, Ini yang Terjadi

Starberita – Jakarta, Virus corona menjadi daftar penyakit teratas yang paling ditakuti sekarang ini. Akan tetapi, ada juga penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang sedang mengintai manusia di musim pancaroba seperti ini.

Maka dari itu, jangan sampai Anda malah kena dua penyakit tersebut di saat yang bersamaan. Sebab, terkena DBD dan virus corona secara bersamaan dapat berakibat fatal!

Pemerintah Imbau Waspada Terhadap Puncak DBD

Ya, Indonesia dan banyak negara lainnya masih bertarung dengan Covid-19 yang mematikan. Virus yang muncul sejak Desember tahun lalu ini memang menjadi musuh bersama karena belum ada vaksin atau pengobatannya.

Namun, jangan lupakan juga ancaman dari DBD yang juga sama-sama berisiko mematikan, ya. Pasalnya, jika tidak tertangani dengan baik, penderita DBD akan kehilangan nyawa, sama seperti penderita virus corona.

Khusus untuk DBD, perlu diperhatikan dengan seksama, karena sekarang ini Indonesia mulai memasuki musim pancaroba atau peralihan musim.

Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat, sebanyak 16 ribu orang terserang DBD, dan 100 jiwa meninggal pada awal Maret lalu.

Untuk itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto memperingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan DBD.

“Pada musim pancaroba di bulan-bulan April hingga Mei, secara statistik data kita masih sering menunjukkan peningkatan kasus demam berdarah,” ujarnya dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur.

Yuri mengingatkan masyarakat bukan hanya melakukan pencegahan virus corona saja, tapi juga penyakit DBD. Ia berharap, jangan sampai keadaan tersebut malah memperburuk keadaan di tengah pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, jangan sampai ini memperburuk kondisi pandemik Covid-19. Lakukan pembersihan sarang nyamuk di rumah. Waktu kita cukup banyak berada di rumah,” tegas Yuri.

Kasus Komplikasi DBD dan Infeksi Virus Corona di Jawa Timur

Anda perlu menghindari serta mencegah penyakit DBD dan virus corona. Pasalnya, sudah ada kasus seorang bocah 11 tahun meninggal akibat mengalami kedua penyakit tersebut.

Bocah berusia 11 tahun yang dinyatakan sebagai PDP (pasien dalam pengawasan) tersebut, meninggal di RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan, Madura.

Sebelumnya, pasien diketahui juga mengalami kondisi demam berdarah stadium empat. Lalu,  menurut hasil tes dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya, pasien dinyatakan negatif Covid-19. Tes tersebut keluar pada Selasa (24/3/2020).

Akan tetapi, 10 hari kemudian pasca meninggalnya pasien, hasil tes Balitbangkes dari Jakarta keluar. Ia pun dinyatakan positif virus corona dan hasilnya baru diterima pada Jumat (30/3/2020).

“Awal dilakukan pemeriksaan, dicurigai demam berdarah, tapi sebelum meninggal pasien sempat mengalami sesak napas, sehingga kita lakukan pemeriksaan swab tenggorokan. Hasil lab juga menunjukkan memang pasien yang berusia 11 tahun tersebut terserang DHF (Dengue Haemoragic Fever),” ujar Direktur RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Farid Anwar.

Kondisi Kesehatan Saat Terjadi Infeksi Virus Corona Sekaligus DBD

Sulit dibayangkan tentunya, ketika seseorang terkena infeksi virus corona dan DBD secara bersamaan. Keduanya adalah masalah kesehatan yang berbahaya dan berisiko tinggi mengancam nyawa.

Menurut dr. Devia Irine Putri, jika ada seseorang yang mengalaminya keduanya, itu bisa menyebabkan kondisi syok dan gagal pernapasan.

“DBD menyebabkan kebocoran di plasma darah sedangkan Covid-19 menyebabkan infeksi di saluran pernapasan bawah,” jelas dr. Devia.

“Kalau misalnya keduanya jadi satu, bisa saja pasiennya mengalami komplikasi syok dan kegagalan napas,” sambung dokter muda itu.

Bagaimana Cara Mencegah Keduanya?

Kedua penyakit ini sebenarnya bisa dicegah. Misalnya, untuk DBD bisa dicegah dengan memperkuat sistem imun atau daya tahan tubuh.

Selain itu, membersihkan rumah maupun lingkungan sekitar juga amat disarankan agar nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue tidak berkembang biak.

“Sebab, ketika nyamuk pembawa virus dengue menggigit kulit dan virus berkembang biak dalam sel endotel atau penyusun pembuluh darah, penderita akan merasakan demam tinggi, nyeri otot dan sendi, mual hingga muntah,” ujar dr Nabila Viera Yovita.

Sementara itu, mencegah virus corona bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh. Paling utama adalah mencuci tangan dengan cara yang benar. Jangan lupakan juga penggunaan masker kalau terpaksa pergi.

Namun, yang paling penting adalah tetap di rumah dulu untuk sementara waktu, melakukan physical distancing, memakai masker saat urgent keluar rumah, dan menghindari keramaian. Cara-cara tersebut dapat menekan penyebaran Covid-19. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: