Search
Minggu 7 Juni 2020
  • :
  • :

Tolak Dijadikan Tempat Isolasi Covid-19, Warga Sitinjo Blokir Akses ke TWI

Starberita – Sidikalang, Sejumlah warga, yang bermukim di kompleks Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Kabupaten Dairi, mengecam dan menolak keras rencana Bupati Dairi yang hendak menjadikan fasilitas TWI menjadi tempat karantina atau isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

Puluhan warga termasuk kaum wanita berkonsentrasi di dua  akses masuk TWI, dengan membentangkan spanduk berisi penolakan, Sabtu (4/4/2020).  Selain itu, ratusan warga membubuhkan tandatangan dalam surat penolakan yang ditujukan kepada Bupati Dairi dan dilampirkan ke Forkopimda.

Samsul Kudadiri SH, juru bicara warga menyebut,  kebijakan Bupati yang hendak menjadikan penginapan di kompleks  TWI sebagai tempat isolasi ODP Copid-19 merupakan langkah keliru,  karena justru berpotensi memperluas penyebaran, karena  TWI juga  merupakan area pemukiman.

“Atas nama warga TWI dan sebagai Ketua Sulang Silima Marga Kudadiri selaku  pemangku ulayat menyatakan,  menolak keras rencana Pemkab Dairi yang hendak menjadikan TWI sebagai tempat isolasi covid-19 ataupun sebutan lain untuk itu”, tegas Samsul.

TWI sebagai icon pariwisata yang dirintis dan dibangun pemerintah daerah pada era-era sebelumnya seharusnya dilindungi dan dijaga, dan jika  dijadikan sebagai tempat isolasi covid-19, dipastikan  akan berdampak pada keengganan orang untuk berkunjung dan melumpuhkan ekonomi warga.

“Banyak faktor yang harus dipertimbangkan diantaranya faktor kesehatan dan ekonomi”, sebut Samsul.

Ditambahkan, sebelum menetapkan rencana dimaksud, warga tidak pernah dimintai tanggapan.  Warga mendapat informasi tersebut melalui media. “Tidak pernah dikomunikasikan dengan warga sekitar”, tambah Samsul.

Samsul menyebut, warga akan bertahan di pintu masuk kompleks TWI sampai rencana Bupati menjadikan icon pariwisata dan simbol kerukunan beragama itu,  dibatalkan  menjadi tempat karantina covid-19.

Sebelumnya, Bupati Dairi menetapkan fasilitas  penginapan diarea  replika bangunan Bahtera Nuh menjadi rumah singgah. Kebijakan sejatinya akan dilakukan mulai hari ini, Jumat (4/4/2020).

Rumah singgah diperuntukkan bagi masyarakat Dairi yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah Covid-19 untuk menjalani  isolasi selama 14 hari. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: