Search
Rabu 3 Juni 2020
  • :
  • :

Selama Periode Karantina, Permintaan Gas Menurun di Kabanjahe

Starberita – Kabanjahe, Jika masa pembatasan aktivitas di luar rumah untuk pencegahan Virus Corona diasumsikan permintaan kebutuhan tabung gas meningkat, ternyata selama periode stay at home permintaan kebutuhan tabung gas 3 kg subsidi menurun di kota Kabanjahe.

Pangkalan gas resmi di Komplek Ruko Lahi Raja Munte, Jalan Kapten Selamat Ketaren Kabanjahe, Surbakti, Sabtu (4/4/2020), menjawab andalas mengaku bahwa selama periode stay at home yang kembali diperpanjang pemerintah, justru permintaan kebutuhan gas menurun.

Menurutmua, hal itu bisa saja dipengaruhi, karena selama periode stay at home, banyak warga masyarakat, karyawan maupun anak kost yang pulang kampung, demikian juga warga yang tetap berdiam di rumah, hanya masak serlunya saja, hal itu bisa dibuktikan banyak rumah-rumah makan yang sepi dari pembeli dan juga dipengaruhi banyak faktor lainnya.

“Seiring merebaknya Covid-19, konsumsi masyarakat untuk kebutuhan gas di kota Kabanjahe memang menurun. Tercatat sejak penerapan work from home tanggal 16 Maret 2020 lalu, secara umum menurun hingga sekarang,” kata Surbakti.

Sementara berdasarkan pantauan dan penulusuran andalas, Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg yang awalnya dikhususkan untuk aparatur pemerintah (ASN) ternyata dilapangan ditemui tidak berjalan sesuai Peraturan Menteri ESDM.

Berdasarkan peraturan Menteri ESDM nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian gas LPG, bahwa penggunaan gas LPG terbagi atas 2 yaitu penggunaan LPG umum dan penggunaan LPG bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin.

Menyikapi hal itu, menurut keterangan dari sejumlah pengusaha yang mengelola pangkalan tabung gas 3 kg yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan tidak adanya aturan komprehensif bagi pangkalan yang melarang gas subsidi di jual kepada sesorang menjadi kendala bagi mereka. Artinya, selain ketiadaan payung hukum juga pengawasannya sangat lemah, ungkapnya.

Yang paling aneh lagi, kata sumber lain, data jumlah kuota tabung gas 3 kg untuk wilayah Kabupaten Karo, sumbernya dari mana? Katakanlah jumlah kuota 300 ribu tabung gas subsidi setiap bulan, pertanyaanya, kenapa bisa agen resmi tabung gas 3 kgdi Kabupaten Karo terus saja bertambah di daerah ini. Apakah data itu resmi dari pemerintah atau data dari mana yang menjadi acuan pihak PT Pertamina memberikan izin penambahan agen resmi tabung gas 3 kg, lain lagi agen resmi 12 kg yang juga terus saja bertambah, sindirnya.

Faktanya, jika sebelumnya agen resmi tabung gas 3 kg subsisi untuk rakyat miskin di Kabupaten Karo, hanya 3 perusahaan, kini sudah menjadi 10 perusahan agen resmi diluar agen resmi tabung gas 12 kg.

“Berarti bisa disimpulkan masyarakat miskin terus saja bertambah, sementara data BPS beberapa waktu lalu mengekspose terjadi penurunan masyarakat miskin, tentunya jika kedua data itu diadu maka dipastikan kontradiksi,” ucapnya.

Sebelumnya, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan, Pertamina memastikan ketersediaan elpiji tetap memadai untuk mendukung aktivitas rumah tangga yang cenderung meningkat. Dia menyebutkan, pasokan elpiji secara nasional saat ini berada di level 16 hari.

Walaupun terdapat kuota yang telah diatur oleh regulator, namun penyesuaian dengan permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah dapat diberikan di wilayah yang memang memerlukan. “Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Sementara praktisi ekonomi H Ginting, SE, AK di Kabanjahe, meminta pemerintah memperketat pengawasan penjualan tabung gas subsidi serta menurunkan harga jual tarif gas di tengah wabah corona.

Selain itu, tabung gas ukuran 3 kilogram yang diisi di SPBE setempat harus selalu diseleksi dan aman bagi konsumen. Tidak kalah pentingnya, memastikan bahwa semua tabung beserta perangkat pelengkap lainnya sudah sesuai Standar Nasional Indonesia. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: