Search
Rabu 3 Juni 2020
  • :
  • :

Benarkah Polusi Udara Bisa Jadi Penyebab Penyakit Diabetes?

Starberita – Jakarta, Polusi udara di kota-kota besar di Indonesia semakin meningkat. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, karena polusi udara yang tinggi identik dengan gangguan saluran pernapasan. Bahkan belakangan, polusi udara juga diduga bisa menjadi penyebab penyakit diabetes.

Selama ini penyakit diabetes identik dengan pola makan tinggi gula dan kondisi obesitas, yang pada akhirnya mengganggu fungsi pankreas dalam memproduksi insulin.

Namun beberapa waktu ini, para peneliti menemukan hal baru yang mengatakan bahwa penyakit diabetes juga berhubungan dengan tingginya polusi udara di lingkungan sekitar.

Bagaimana Polusi Udara Bisa Memicu Diabetes?

Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan spesial antara polusi udara dan penyakit diabetes. Dimana, polutan dapat memicu peradangan pada berbagai organ tubuh termasuk pankreas, sehingga memengaruhi produksi insulin.

Insulin itu sendiri merupakan hormon yang berfungsi untuk:

  • Membantu sel otot, lemak, dan hati untuk menyerap gula (glukosa) dari peredaran darah, sehingga menurunkan kadar gula darah.
  • Merangsang sel hati dan otot untuk menyimpan kelebihan gula (glukosa).
  • Membantu menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan kadar produksi gula (glukosa) dalam hati.

Ketika terjadi kerusakan pada pankreas, maka fungsi dari organ ini akan mengalami gangguan. Sebagai akibatnya, kadar gula darah akan cenderung tinggi sehingga lama-kelamaan dapat menjadi penyebab penyakit diabetes melitus.

Itulah bagaimana polusi udara bisa memicu penyakit diabetes. Setelah mengetahuinya, Anda sebaiknya mulai antisipasi agar tidak mengalami penyakit metabolik tersebut di kemudian hari.

Faktanya, antisipasi polusi udara tidak hanya untuk mencegah penyakit diabetes. Hal tersebut dilakukan juga untuk mencegah penyakit lain sebagai berikut:

·         Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit paru yang merupakan peradangan jangka panjang ini membuat kapasitas paru dalam mengalirkan oksigen tidak maksimal lagi. Pada penderita PPOK dapat ditemui keluhan batuk berdahak serta sesak napas.

·         Kanker Paru

Selain kapasitas paru yang menurun, polusi udara juga dapat meningkatkan risiko kanker paru. Kondisi ini biasanya ditandai batuk terus-menerus hingga berdarah, demam, sulit menelan, dan penurnan berat badan tanpa sebab yang jelas.

·         Masalah Kardiovaskular

Polusi udara mengandung zat berbahaya, seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta ozon, yang dapat masuk ke tubuh dan bercampur dalam aliran darah. Kombinasi ini bisa menyebabkan gangguan kardiovaskular (pembuluh darah), salah satunya penyakit jantung.

·         Masalah Kulit

Polusi udara berpengaruh pada produksi kolagen kulit. Akibatnya bisa muncul berbagai masalah kulit, seperti keriput, flek hitam, jerawat, serta kanker kulit.

·         Memengaruhi Kualitas Sperma

Para ahli meyakini bahwa polusi udara juga memengaruhi kualitas sperma, yang meliputi penurunan jumlah serta kemampuan gerak sperma.

Tips Antisipasi Dampak Buruk Polusi Udara

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah dampak negatif polusi udara? Simak penjelasannya di bawah ini:

·         Gunakan Masker Jika Berpergian

Penggunaan masker terbukti dapat meminimalkan paparan debu serta polusi udara, sehingga tidak terhirup sampai ke dalam saluran pernapasan.

Gunakan masker terutama saat berpergian keluar rumah, berada di jalanan yang banyak kendaraan bermotor, dan berada di dekat orang yang merokok.

·         Olahraga

Olahraga bisa meningkatkan kemampuan pengaturan napas. Dengan begitu, kapasitas paru akan lebih maksimal dan oksigen yang terhirup pun akan lebih banyak.

Carilah tempat untuk berolahraga yang minim polutan, misalnya di taman, di halaman belakang rumah, ataupun di dalam ruangan.

·         Konsumsi Antioksidan

Antioksidan yang berasal dari buah maupun sayur-sayuran terbukti mampu melindungi tubuh dari dampak buruk radikal bebas dari polusi udara.

Beberapa jenis sayur dan buah yang bisa dijadikan pilihan, misalnya bayam, tomat, wortel, jeruk, dan lemon.

·         Hindari Rokok dan Paparan Asapnya

Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok dapat membuat saluran pernapasan terganggu. Lagi pula, rokok itu sendiri merupakan salah satu sumber polusi udara yang sangat berbahaya.

·         Kurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor

Dengan membiasakan diri mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, Anda telah membantu meningkatkan kualitas udara.

Dalam pelaksanaannya, Anda sebaiknya lebih memilih menggunakan sepeda atau moda transportasi umum daripada kendaraan pribadi.

·         Bersihkan Rumah, Terutama AC dan Kipas Angin

Rumah bisa menyimpan sejumlah polutan, terutama pada AC dan kipas angin. Jika jarang dibersihkan, debu dan kotoran ini bisa dengan mudah terhirup ke dalam saluran pernapasan Anda dan menyebabkan berbagai masalah.

·         Bercocok Tanam

Memelihara tanaman atau menjadikan lingkungan rumah lebih asri akan membantu menghasilkan oksigen lebih banyak. Tanaman tersebut juga bisa menyerap karbon dioksida dari polusi udara, lho!

Dengan menciptakan lingkungan yang hijau, Anda pun turut membantu mengurangi polusi udara yang ada di lingkungan sekitar.

·         Atur Waktu Keluar Rumah

Siang hingga sore adalah waktu polusi tertinggi. Maka dari itu, hindari keluar rumah pada waktu tersebut.

Usahakan keluar rumah lebih pagi untuk mendaparkan udara yang lebih bersih dan segar.

Dampak buruk polusi udara bagi kesehatan sangat beragam. Tidak hanya dapat menjadi penyebab penyakit diabetes, hal tersebut juga bisa memicu berbagai penyakit lainnya.

Oleh karena itu, lakukanlah tindakan antisipasi untuk mencegah dampak negatif polusi udara sejak saat ini. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: