Search
Jumat 5 Juni 2020
  • :
  • :

Pemko Medan Salurkan 980 Ton Beras, Akhyar:  Utamakan Untuk Warga Total Loss Income

Starberita – Medan, Kebijakan pemerintah untuk Work From Home (WFH) dalam mencegah sekaligus memutus mata rantai wabah virus corona (Covid-19) berimbas kepada penghasilan masyarakat, utamanya yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Karena kondisi itu, Pemko Medan memberi bantuan berupa beras 5 Kg kepada masyarakat Kota Medan. Penyerahan beras tersebut diberikan Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution, kepada Camat se-Kota Medan di Gudang Bulog Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (4/4/2020).

Beras tersebut nantinya akan dibagikan Camat kepada masyarakat yang total loss income (kehilangan penghasilan) di wilayahnya masing-masing.

Akhyar mengungkapkan, warga yang termasuk sebagai total loss income diantaranya abang becak, pedagang kecil di sekolah yang sekolahnya sudah diliburkan, pedagang keliling, itulah yang menjadi prioritas utamanya.

“Jangan dibagikan jika tidak masuk kriteria tersebut, seperti halnya penerima PKH atau penerima bantuan sosial dari Kemensos sudah memiliki jatah masing-masing, jadi jangan diberikan lagi. Tolong dimengerti jangan dipaksakan untuk menerima, banyak orang yang memiliki kepentingan disini,” tegas Akhyar.

Dikatakan Akhyar, bantuan ini merupakan tahap pertama yang dilakukan Pemko Medan membagikan beras dengan total keseluruhan beras sebanyak 980 ton. Masing-masing kepala keluarga (KK) nantinya akan mendapatkan sebanyak 5 Kg beras dan akan dibagikan secepatnya sesuai dengan ketersedian beras yang dimiliki Bulog.

“Pemko Medan dalam hal ini menyalurkan bantuan pangan ke seluruh warga Kota Medan yang berdampak secara ekonomi akibat mewabahnya virus corona. Ini merupakan stimulus yang diberikan Pemko Medan kepada seluruh masyarakat Kota Medan,” kata Akhyar.

Akhyar berharap, masyarakat yang berdampak dapat merasa terbantu dan Pemko Medan juga tidak menutup kemungkinan untuk menyalurkan bantuan-bantuan lainnya.

“Jadi kepada masyarakat agar bersabar dengan diam di rumah, Pemko Medan akan tetap hadir menyahuti segala persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Medan,” katanya.

Disamping itu Akhyar, menjelaskan pembatasan sosial skala besar sesungguhnya secara praktik sudah dilakukan seperti, masyarakat tidak melakukan kumpul-kumpul, pesta juga sudah dilarang diadakan. Hal itu sebenarnya kegiatan sosial yang Pemko Medan batasi, sekarang saatnya melakukan yang lebih dalam lagi seperti physical distancing.

“Kami minta juga kepada perantau ataupun epicentrum penularan tolong dalam waktu 1 bulan kedepannya untuk tidak ke Kota Medan, ini adalah bentuk dari pembatasan sosial dengan skala besar yang tengah di lakukan Pemko Medan,” jelas Akhyar.

Sedangkan ketersediaan logistik, sebut Akhyar, sampai saat ini di seluruh Kota Medan masih tersedia dan harganya juga relatif stabil.

“Namun terjadi penurunan daya beli masyarakat dan itu merupakan hal yang nyata, disinilah peran Pemko Medan hadir untuk mengisi kekosongan tersebut,” ungkap Akhyar. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan

error: