Search
Rabu 3 Juni 2020
  • :
  • :

Hati-Hati, Salah Berolahraga Malah Picu Resiko Penyakit Jantung

Starberita – Jakarta, Olahraga memang harus dilakukan secara rutin agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Sayangnya, olahraga yang salah malah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dari sebuah penelitian mengungkapkan orang yang olahraganya berlebihan, malah meningkatkan risiko penyakit jantung. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Hasil ini didapatkan setelah peneliti melakukan analisis terhadap melihat data dari hampir 3.200 orang peserta penelitian. Peserta diminta memberikan informasi terkait frekuensi berolahraga. Kemudian mereka dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama berisi individu yang tidak berolahraga 150 menit/minggu. Kelompok kedua berisi individu yang berolahraga 150 menit/minggu. Sedangkan kelompok ketiga berisi individu yang berolahraga 450 menit/minggu atau tiga kali lipat dari waktu yang disarankan.

Semula peneliti berasumsi kelompok yang waktu olahraganya lebih banyak kalsifikasi arteri koronernya akan berkurang. Tapi ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan yang terjadi adalah sebaliknya. Individu yang berolahraga lebih banyak mengalami peningkatan risiko pengembangan kalsifikasi arteri koroner (CAC) sebanyak 86%.

Kabar buruknya, peningkatan CAC merupakan prediktor penyakit jantung secara umum. Sebab, semakin banyak jumlah kalsium semakin besar kemungkinan terjadi penyumbatan di pembuluh darah jantung. CAC dapat diukur dengan CT scan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Mayo Clinic Proceedings ini menjelaskan, tingkat latihan yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan tekanan pada arteri sehingga mengarah ke CAC yang lebih tinggi.

“Penumpukan plak diperkirakan mungkin lebih stabil. Besar kemungkinan plak ini tidak akan pecah sehingga risiko serangan jantung lebih kecil. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini,” tutur penulis penelitian, Jamal Rana.

Dengan adanya hasil ini, peneliti mengingatkan ada batas atas untuk latihan agar memberikan manfaat untuk tubuh. Selain itu, hasil penelitian ini diutamakan untuk orang-orang yang berkulit putih. Sebab pada orang-orang berkulit hitam belum ditemukan hasil yang serupa. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: