Search
Selasa 7 Juli 2020
  • :
  • :

Darurat Kesehatan, Pemerintah Harus Pikirkan Kebutuhan Hidup Rakyat

 

Starberita – Medan, Penetapan status darurat kesehatan terkait penyebaran Virus Covid 19 (Corona) yang telah diumumkan Presiden Joko Widodo kemarin, harus diingat bahwa ada tanggungan yakni kebutuhan hidup yang harus dipikirkan dan dicari solusinya agar tidak muncul masalah baru.

“Darurat kesehatan yang telah diumumkan oleh Presiden Jokowi, harus juga dipikirkan tentang kebutuhan hidup masyarakat seperti apa sistim yang dijalankan, penyalurannya dan anggarannya bagaimana, agar kebutuhan pokok rakyat aman dan kondusif,” kata Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Dimas Triadji kepada wartawan yang dihubungi melalui seluler, Rabu (1/4/2020).

Menurut Dimas, penetapan status darurat kesehatan itu bertujuan untuk menekan penularan Virus Corona yang merupakan penyakit dengan faktor risiko mematikan. Sehingga diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan dasar hukum Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang berkoordinasi dengan Kepala Gugus Tugas Covid 19 dan juga kepala daerah. Selain itu juga dikeluarkan Peraturan Perundang-undangan (Perppu) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Kemudian, terang Politisi Partai NasDem ini, Peraturan Perundang-undangan (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 yang merupakan panduan secara teknis tentang apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Misalnya pada Pasal 3 yang menjelaskan tentang kebijakan keuangan daerah. Di mana Pemda diberikan kewenangan untuk keutamaan penggunaan alokasi anggaran seperti relokasi anggaran dan refocusing (focus ulang anggaran,red) untuk APBD masing-masing daerah,” ujarnya.

Artinya, lanjut Politis Muda ini, dengan dikeluarkannya Perppu ini maka pemerintah provinsi (Pemprov), pemerintah kota (Pemko) dan pemerintah kabupaten (Pemkab) tidak perlu gamang lagi dalam mengalokasi ulang anggarannya yang sudah disetujui untuk penanganan Virus Corona.

“Selama ini kan, Pemda masih masing-masing dalam mengkarantinakan daerahnya dan mengalokasikan anggarannya yang diambil dari anggaran yang terkena rasionalisasi dan lainnya. Nah, sekarang dengan adanya Perppu 21 Tahun 2020, kita harapkan Pemda sudah memiliki panduan dan dasar hukum dalam menyusun ulang anggarannya untuk digunakan terkait penanggulangan Virus Covid 19.

Khusus untuk Sumut, jelas Dimas, penanggulangan tanggap darurat Virus Covid 19 sudah dibawah komando Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang berkoordinasi dengan DPRD Sumut, Kapoldasu dan Pangdam I/BB.

“Sehingga garis perintah SOP penanggulangan tanggap darurat Covid 19 di Sumut bisa satu komando, lebih rapi dan jelas arahnya,” tuturnya.

Selain itu, masih kata Dimas, sebelum diumumkannya darurat kesehatan oleh Presiden Jokowi, DPRD dan Gubernur Sumut telah melakukan rapat pimpinan (Rapim) untuk membahas dan merancang pergeseran anggaran berkisar Rp500 miliar yang diambil dari berbagai sector pada APBD Tahun 2020, yang digunakan untuk penanggulangan Corona.

“Namun belum dirincikan secara menyeluruh keperluannya. Yang disusun masih bersifat urgen dan mendesak yakni biaya rumah sakit, biaya 1400 kamar, alat pelindung diri (APD) dan hal lain yang bersifat urgen,” cetusnya.

Untuk itu, himbau Dimas, pihaknya meminta masyarakat agar tetap mematuhi apa yang sudah diinstruksikan oleh pemerintah. Apalagi dari Pemerintah Pusat sudah mengeluarkan regulasi dan Pemprovsu sudah ada tangap darurat yang langusng dimpin Gubsu.

“Artinya masyarakat cukup mendengar dan melaksanakan semua yang diinstruksikan pemerintah agar penanggulangan Corona ini bisa diselesaikan secara bersama-sama dan cepat selesai. Namun, apalabila masyarakat tidak patuh dan serta tidak ikut mensosialisasikan, mungkin penanganan ini bisa semakin lambat. Dengan peran aktif masyarakat, saya kira bisa mempercepat penanggulangan Covid 19 ini, apalagi kalau ada aksi dari masyarakat seperti donasi dana, itu merupakan langkah yang sangat baik,” pungkasnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: