Search
Minggu 7 Juni 2020
  • :
  • :

Yahdi Khoir: Anggota FPAN ‘Gaduh’ dengan Polisi Akibat Miskomunikasi

Starberita – Medan, Vidoe viral anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Edi Saputra, bersitegang dengan aparat Kepolisian saat proses pemakaman salah seorang kerabatnya, Alm Suhandi Andhiq, terus menjadi perbincangan di berbagai kalangan masyarakat.

Ketua DPW PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap, menyatakan tidak bisa menyalahkan sepenuhnya tindakan kader tersebut.

Bahkan, dia memaklumi apa yang dihadapi pihak keluarga dan kerabat dekat almarhum yang sangat terpukul dengan peristiwa tersebut.

“Secara psikis, hal ini sangat wajar karena kehilangan seseorang yang dicintai secara mendadak. Tentunya, hal ini harus dipahami membuat keluarga shock dan emosional menerimanya,” kata Yahdi Khoir dalam siaran persnya, Selasa (31/3/2020) setelah menonton dan mencermati video viral tersebut.

Apalagi, kata Yahdi, banyak pihak mengait-kaitkan kematian itu dengan wabah saat ini sedang berkembang yang dari segi medis belum bisa dibuktikan secara jelas penyebab kematiannya.

“Jadi, apa yang dilakukan, Edi Sahputra, sebagai kerabat dekat almarhum adalah mewakili kondisi kebatinan pihak keluarga,” katanya.

Menurut dia, kejadian itu akibat kesalahpahaman dan adanya miskomunikasi antara pihak aparat dengan keluarga.

Komunikasi tidak dilakukan secara persuasif dari pihak aparat dengan memberi penjelasan tentang protap penanganan jenazah bila ada kecurigaan meninggalnya dikaitkan dengan wabah yang sedang terjadi saat ini.

Keluarga merasa ada tindakan terlalu berlebihan dan tidak fair yang dilakukan aparat dengan mengumumkan agar masyarakat jangan keluar dari gang, karena ada PDP corona hendak dibawa ke pemakaman, padahal status kematian alm belum bisa dipastikan apa penyebabnya hanya berdasarkan kecurigaan. Ternyata, pihak RS pun mengizinkan keluarga untuk membawa dan memakamkannya sendiri.

“Harusnya, kalau ada kecurigaan pihak RS koordinasi dengan Gugus Tugas covid 19 dan menjalankan protap penanganan jenazah sesuai dgn ketentuan yang ada dan wajib menjelaskannya dengan baik, edukatif dan persuasif kepada keluarga. Waspada boleh, tapi tidak boleh berlebihan dan harus tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan jangan sampai keluarga dipermalukan dan seolah olah ini adalah sebuah aib harus dijauhi,” ungkapnya.

Dari video itu, sebut Yahdi, jelas tergambar pihak keluarga juga sudah berusaha mempercepat prosesi penyiapan jenazah untuk segera dibawa ke pemakaman.

“Menurut hemat saya, kedepan pihak aparat harus lebih bijak dan cermat menghadapi hal seperti ini, sehingga tidak terulang lagi,” harapnya.

 

Komunikasi yang baik melalui pendekatan yang edukatif dan persuasif, sambung Yahdi, tentu akan lebih efektif dalam rangka memberikan kenyamanan bagi semua pihak, bukan justru malah menimbulkan kepanikan dan situasi mencekam di kalangan masyarakat dan tentunya juga keluarga.

“Cara komunikasi kasus seperti tidak bisa hanya bersandarkan kepada “Ini Perintah Atasan, Ini Prosedur” tanpa melakukan komunikasi edukatif dan persuasif,” katanya.

Kejadian ini juga, tambah Yahdi, menunjukkan adanya koordinasi dan komunikasi yang belum mulus dalam hal penanganan Covid 19 di antara pihak terkait.

 

“Ini pembelajaran berharga bagi kita semua tanpa terkecuali terutama yang berkaitan dengan penetapan status pasien yang dicurigai Covid 19 apakah ODP,  PDP dan positif termasuk dalam hal penanganan jenazah sudah berstatus PDP dan positif, terutama tentunya kepada masyarakat luas agar semua orang faham, sehingga hal serupa tidak terulang kembali,” kata Yahdi.

Namun demikian, lanjut Yahdi, sebagai pimpinan partai pihaknya tidak bisa mentolelir tindakan telah dilakukan Edi Sahputra, karena sebagai anggota dewan dia justru harus mampu mengendalikan diri, bersikap tenang, menyejukkan dan menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat.

“Sebagai anggota dewan juga dituntut untuk lebih memahami dan menguasai segala hal berkaitan dengn Covid 19. Dia juga berkewajiban melakukan sosialisasi tentang ini kepada masyarakat,” tegas Yahdi. (rel/sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: