Search
Sabtu 6 Juni 2020
  • :
  • :

Zeira: Tenaga Medis di Sumut VI Tak Ingin Mati Konyol Kalah Cepat Dari Covid 19

Starberita – Medan, Para tenaga medis di dapil (daerah pemilihan) Sumut VI meliputi Labuhanbatu, Labuhanbatu utara dan Labuhanbatu selatan mulai resah kekurangan APD (Alat Pelindung Diri), karena tidak ingin mati konyol kalah cepat dari pergerakan virus corona atau Covid-19.
Hal ini diungkapkan anggota DPRD Sumut dapil Sumut VI Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Minggu (29/3/2020) di Medan, usai melakukan monitoring kesiapan pemerintah daerah Kabupaten/Kota Dapil VI melawan covid 19.
Zeira menyebutkan, para tenaga media baik di Labuhanbatu, Labura dan Labusel mengeluh dan minta Gubsu menyediakan APD untuk menangani pasien covid-19.
“Kami para medis tak mau mati konyol. Jangan sudah mati baru kemudian Gubsu menanggung anak kami sekolah. Lebih penting saat hidup dan bertugas, kami butuh kebijakan diberikan tambahan gaji yang saat ini masih sangat kecil. Itu pesan para medis kepada kami,” ujar Zeira.
Apalagi, lanjut Zeira, saat ini banyak petugas medis di Puskesmas melayani pasien berobat yang ciri-ciri terpapar corona, tapi mereka tidak memiliki APD yang memadai, seperti masker N95, sarung tangan, jubah, pelindung mata (kacamata Google) dan lainnya.
Karena itu, Zeira minta pemerintah daerah segera menyiapkan APD bagi para medis di daerah.
“Meski agak terlambat tapi masih bisa ditanggulangi. Ini sangat emergency, tidak bisa main-main. Kita harus lomba cepat dengan Virus, jangan kalah cepat dari covid 19,” tandasnya.
Menurutnya, dengan dilengkapi APD, tenaga medis dapat terlindungi dari bahaya covid 19.Tenaga medis sebagai garda terdepan dalam penanganan Virus Corona, sepatutnya diproteksi agar tidak terdampak Covid-19, sehingga mampu menangani pasien yang diduga terdampak virus Corona.
“Jangan sampai mereka jadi korban. Jika mereka jadi korban, siapa lagi nanti yang bisa merawat pasien Covid 19. Penanganan masalah covid-19 harus dilakukan secara komprehensif. Masalah virus Corona aspek ekonomi juga menjadi terdampak. Kita minta segala kebutuhan pangan di pasar dan obat-obatan harus dipantau tetap tersedia sesuai dengan harga normal,” pinta Wakil Ketua Komisi B bidang ekonomi ini. (sbc-03)



Tinggalkan Balasan

error: