Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Orang Golongan Darah A Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona, Kenapa?

Starberita – Jakarta, Dengan masih merebaknya wabah Covid-19 akibat virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, berbagai penelitian pun dilakukan. Salah satu temuan baru menyebutkan bahwa golongan darah A rentan terkena virus corona tersebut ketimbang golongan darah O.

Bagaimana Hasil Penelitiannya?

Peneliti di Tiongkok mengambil sampel 2.000 pasien virus SARS-CoV-2 di Wuhan dan Shenzhen. Dari situ, ditemukan bahwa pasien dengan golongan darah A memiliki tingkat infeksi dan gejala yang lebih parah.

Berbekal dari temuan tersebut, salah satu peneliti, Wang Xinghuan dari Pusat Pengobatan Berbasis Bukti dan Terjemahan RS Zhongnan, Universitas Wuhan, menyarankan, tenaga medis harus memperhatikan atau memberikan  pengawasan yang lebih ketat terhadap pasien yang punya golongan darah A.

Dari 206 pasien yang meninggal, 85 orang di antaranya bergolongan darah A. Jumlah tersebut 63 persen lebih banyak ketimbang golongan darah O yang “hanya” berjumlah 52 orang.

Sayangnya, tidak diketahui secara pasti mengapa golongan darah A dianggap lebih berisiko untuk terinfeksi coronavirus strain baru tersebut dan berpotensi memiliki gejala yang lebih parah, sementara golongan darah O tidak. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar membuktikannya.

Mengapa Golongan Darah A Lebih Rentan?

Ada yang bilang, itu karena antibodi alami dalam darah. Peter J. D’ Adamo, seorang ahli naturopati mengatakan orang dengan golongan darah A memang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih sensitif ketimbang golongan darah lainnya.

Dilihat dari anjuran pola makan saja, orang dengan golongan darah A disarankan untuk mengurangi asupan daging dan memperbanyak asupan sayur, buah, dan makanan organik segar. Kalau tidak, ada kecenderungan lebih gampang sakit.

Penyakit Kronis Lebih Berisiko Ketimbang Golongan Darah

Sebenarnya, ketimbang golongan darah A yang disebut-sebut lebih berisiko terhadap COVID-19, yang sudah terbukti dapat memperparah kondisi pasien adalah adanya penyakit kronis yang sudah dimiliki pasien. Misalnya penyakit jantung, diabetes, atau kanker.

Sebagai contoh, kanker melemahkan sistem imunitas tubuh, sehingga penderitanya akan kesulitan menangkal serangan coronavirus. Efek samping kemoterapi juga bisa berdampak pada imunitas tubuh. Inilah kenapa virus corona akan lebih mudah menimbulkan gangguan di banyak organ tubuh dan meningkatkan risiko kematian.

Menurut dr Alvin Nursalim, SpPD, virus corona mampu menginfeksi otot jantung. Hal ini membuat bagian tersebut meradang, lalu timbul kondisi yang disebut miokarditis.

Ketika otot jantung meradang, fungsi jantung dalam memompa darah akan terganggu. Kemudian, nyeri dada, sesak napas, dan gangguan irama jantung muncul.

Miokarditis yang ringan masih bisa sembuh dengan mudah. Namun, kalau miokarditis sudah terlampau parah, penggumpalan darah akan terjadi. Alhasil, penderita miokarditis yang terinfeksi virus corona bisa terkena stroke dan serangan jantung!

Tak cuma itu, gejala-gejala seperti demam tinggi, batuk, dan sesak napas akan membuat penderitanya stres berat. Nah, karena stres berat itulah, jantung jadi terpacu untuk bekerja lebih keras. Bila ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, risiko serangan jantung pun akan lebih tinggi.

Untuk pasien COVID-19 yang sedari awal sudah memiliki penyakit jantung, pengobatan yang dilakukan harus dua. Pertama adalah mengobati gejala COVID-19, dan kedua adalah pengobatan untuk mencegah peradangan otot jantung.

Di luar masalah golongan darah dan penyakit kronis, lansia pun juga lebih rentan tertular virus corona. Sebab, daya tahan tubuh mereka sudah tak sebaik ketimbang usia muda.

Dengan terus meningkatnya angka virus corona, Anda mesti melakukan langkah-langkah pencegahan. Misalnya, cuci tangan dengan air dan sabun dan/atau hand sanitizer sesering mungkin; hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut; lakukan etika batuk dan bersin yang benar (dengan tisu atau menutup mulut dengan siku bagian dalam).

Segera berobat jika mengalami demam, batuk, atau kesulitan bernapas; serta terapkan social distancing.

Bila khawatir terjangkit virus corona atau ingin informasi yang lebih lengkap, Anda bisa langsung mengecek kondisi secara online disini.

Meski golongan darah A dikatakan lebih rentan terkena virus corona, tapi bukan berarti pemilik golongan darah lain jadi lebih santai. Waspada tapi jangan panik, jangan percaya informasi yang tak jelas kebenarannya, dan lakukan langkah-langkah pencegahan di atas untuk menekan angka penularan. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: