Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Efektifkah Obat Anti Radang Atasi Kanker Usus Besar?

Starberita – Jakarta, Kanker usus besar merupakan salah satu penyakit kanker yang paling sering ditemukan di dunia. Data pun menunjukkan bahwa satu dari penderita kanker usus besar meninggal akibat penyakitnya.

Berangkat dari data tersebut, sebagian orang mulai menerapkan gaya hidup sehat agar risiko kanker usus besar bisa diminimalkan.

Lantas, bagi orang-orang yang menderita penyakit tersebut? Mereka perlu mengonsumsi obat anti radang dalam jumlah yang disesuaikan. Hal ini dilakukan karena obat antiradang diyakini dapat bantu atasi penyakit kanker usus besar.

Bagaimana pandangan dunia medis terhadap hal ini –apa benar konsumsi obat antiradang termasuk cara mengobati kanker usus besar?

Sekilas Tentang Penyakit Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah jenis keganasan yang terjadi di usus besar. Meski demikian, keganasan tersebut sebenarnya juga bisa terjadi di rektum —saluran yang menghubungkan usus besar dan anus.

Terjadinya kanker usus besar memiliki hubungan yang erat dengan pola makan tinggi daging, khususnya yang dimasak dengan suhu sangat tinggi; baik digoreng ataupun dibakar. Selain itu, pola makan rendah serat dan kebiasaan merokok juga dihubung-hubungkan dengan risiko tinggi terjadinya kanker usus besar.

Terkait gejala, penyakit kanker usus besar bisa menyebabkan perubahan pola buang air besar (BAB). Perubahan ini bisa berupa sering mengalami sembelit (konstipasi), atau justru diare berkepanjangan.

Tak hanya itu, sebagian penderita kanker usus besar juga akan mengeluh BAB bercampur darah dan nyeri atau tidak nyaman di perut.

Gejala-gejala tersebut umumnya baru dirasakan saat kanker berada dalam stadium lanjut. Sedangkan pada stadium awal, kanker usus besar biasanya tidak menimbulkan gejala khusus yang bisa benar-benar dirasakan oleh penderitanya.

Efektifkah Obat Anti Radang untuk Atasi Kanker Usus Besar?

Obat antiradang merupakan jenis obat yang biasanya digunakan untuk meringankan nyeri, mengurangi peradangan, atau menurunkan suhu tubuh di kala demam.

Salah satu jenis obat antiradang yang banyak digunakan adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Contoh obatnya adalah aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, diklofenak, dan sebagainya.

Jenis obat antiradang tersebut telah terbukti secara medis dapat menurunkan risiko terjadinya kanker usus besar. Hal ini bisa terjadi karena obat antiradang menghambat pembentukan senyawa kimia bernama prostaglandin, yang ditemukan berjumlah tinggi pada penderita kanker usus besar.

Namun demikian, bukan berarti semua orang perlu mengonsumsi obat antiradang secara rutin untuk melindungi diri dari bahaya kanker usus besar. Penggunaan obat antiradang secara jangka panjang harus dikonsultasikan dulu dengan dokter untuk menghindari efek samping gangguan lambung dan penyakit ginjal.

Tak berhenti di situ, obat antiradang juga hanya berfungsi untuk menurunkan risiko. Ini berarti bahwa konsumsi obat tersebut tidak dapat dianggap sebagai cara mengobati kanker usus besar.

Karena pada dasarnya, pengobatan utama kanker usus besar adalah dengan prosedur operasi. Tindakan ini utamanya dilakukan pada kanker stadium I-III. Di samping itu, kemoterapi juga biasanya diperlukan setelah operasi agar sel kanker sepenuhnya mati.

Kesimpulannya, obat antiradang tak dapat digunakan untuk mengobati kanker usus besar. Jenis obat tersebut hanya bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya kanker usus besar pada orang-orang yang rentan.

Lagi pula, penggunaan obat antiradang juga wajib berdasarkan resep dokter. Penggunaan obat antiradang sembarangan justru bisa menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan Anda. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: