Search
Selasa 7 Juli 2020
  • :
  • :

Benarkah Perokok Pasif Lebih Bahaya dari Perokok Aktif?

Starberita – Jakarta, Hampir setiap orang tahu bahwa merokok bisa memberikan dampak buruk untuk kesehatan tubuh. Bahkan, di setiap bungkus rokok sudah tertulis peringatan bahwa merokok dapat menyebabkan kematian.

Parahnya, dampak buruk rokok tidak hanya berlaku untuk orang yang merokok alias perokok aktif saja. Hal tersebut juga berlaku untuk mereka yang berada di sekitar orang-orang yang merokok, atau disebut perokok pasif alias secondhand smoker.

Efek Negatif Asap Rokok bagi Kesehatan

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa rokok membunuh lebih dari 8 juta orang per tahun. Lebih dari 7 juta kematian tersebut disebabkan karena merokok secara langsung, sedangkan sekitar 1,2 juta di antaranya adalah kematian non-perokok alias perokok pasif.

Terjadinya kondisi tersebut disebabkan oleh kandungan 7000 zat kimia dalam asap rokok, dengan 250 zat berbahaya dan 69 zat penyebab kanker. Tidak heran, meski hanya terpapar asapnya, perokok pasif bisa mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga 25-30% dan penyakit stroke 20-30%.

Tidak berhenti di situ, ada juga bahaya perokok pasif lainnya, yaitu peningkatan risiko terjadinya kanker paru sebesar 20-30%.

Risiko ini bisa ada akibat paparan asap rokok berulang yang mengandung ribuan zat racun yang beberapa di antaranya dapat mencetuskan kanker.

Penelitian bahkan mengatakan bahwa terpapar asap rokok sebentar saja dapat merusak sel tubuh, yang menyebabkan proses ‘kanker berjalan’. Semakin lama dan semakin banyak paparan asap rokok, semakin tinggi pula risiko kanker paru-paru yang dimiliki.

Pada ibu hamil, paparan asap rokok pun dapat menyebabkan banyak komplikasi. Misalnya, keguguran, bayi lahir prematur, hingga berat badan lahir bayi yang rendah.

Sementara itu, apabila paparan asap rokok berulang terjadi pada bayi, risiko tterjadinya sudden infant death syndrome (SIDS) alias sindrom kematian mendadak akan meningkat berkali-kali lipat. SIDS adalah kondisi yang tidak dapat dijelaskan atau diduga, yang terjadi pada tahun pertama setelah bayi dilahirkan.

Bagaimana jika yang menjadi perokok pasif adalah anak-anak? Tidak jauh berbeda. Paparan asap rokok pada anak bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan asma akut yang parah dan berulang, infeksi saluran pernapasan, hingga infeksi telinga.

Tips Terhindar dari Asap Rokok dan Bahayanya

Jumlah orang yang merokok seakan tak bisa dihitung lagi, karena saking banyaknya. Oleh karena itu, Anda pun ‘dipaksa’ menjadi perokok pasif, apalagi ketika sedang melintas di jalan umum.

Nah, untuk meminimalkan paparan asap rokok agar tidak mengalami dampak buruknya, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Jangan izinkan siapapun merokok di sekitar Anda, di manapun posisinya.
  • Jangan biarkan siapapun merokok di dalam mobil meski dengan jendela terbuka
  • Menjauh dari lingkungan yang penuh dengan perokok atau asap rokok
  • Bila Anda memiliki anak-anak atau bayi segeralah, berhenti merokok sebelum terlambat.
  • Terapkan gaya hidup bersih, aktif, dan sehat agar Anda sekeluarga bisa berkomitmen untuk sepenuhnya menjauhi rokok.

Pada dasarnya, perokok pasif atau perokok aktif sama-sama bisa merasakan dampak buruk merokok. Oleh karena itu, mulailah untuk menghindari rokok dan paparan asapnya mulai saat ini. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: