Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Para Penambang Diajak Beralih ke Pertanian

Starberita – Madina, Gubsu, Edy Rahmayadi menyerahkan bantuan bibit, ternak, dan alat pertanian kepada masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus mengajak masyarakat yang selama ini melakukan penambangan liar agar beralih profesi ke bidang pertanian.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada acara sosialisasi tentang dampak buruk tambang ilegal di Gedung Serbaguna Madina, Jumat (21/2/2020). Bantuan yang diserahkan berupa benih padi, bawang merah, cabai merah, jagung, ternak kambing, domba, ayam, dan alat pertanian berupa traktor dan cultivator.

Bantuan diserahkan Gubernur kepada 27 warga yang merupakan perwakilan dari 11 desa, yakni Desa Kumpulan Setia, Hutarimbaru, Bangun Sejati, Mondan, Htb Dolok, Saba Padang, Hutanaingkan, Htb Lombang, Pasar Hutabargot, Sayur Maincat dan Simalagi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk beralih profesi dari petambang ilegal menjadi petani. Karena menurutnya, selain melanggar hukum, tambang ilegal juga berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan.

“Penertiban seluruh tambang sulit dilakukan karena masyarakat belum punya alternatif sumber ekonomi lain, kita cari bersama solusinya. Dengan bertani bisa menjadi salah satu solusi. Saya akan siapkan lahan untuk kalian. Yang bertani kembali bertani, yang berkebun silahkan berkebun, yang ingin memelihara sapi, kambing, dan ayam, akan saya siapkan. Marilah kita mulai hidup yang sehat,” ujar Edy.

Edy pun dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak akan memberikan izin pada pertambangan yang dilakukan di Madina.

“Saya tak akan pernah mengizinkan tambang itu, apabila membuat makhluk hidup lainnya menjadi sengsara. Kalau alam ini kita jaga, kita pun akan dijaga oleh alam. Semua makluk Allah punya hak untuk hidup,” tegas Edy.

Dalam sosialisasi tersebut Edy juga memaparkan bahaya pemakaian kimia dan merkuri serta tigginya tingkat pencemaran akibat limbah obat kimia dan merkuri dari tambang ilegal. Dampak negatifnya berdampak buruk terhadap kehidupan serta kesehatan masyarakat, apalagi untuk ibu hamil dan janin yang dikandung.

Gubernur pun bertanya, apakah penambangan ilegal ini masih terus akan dilanjutkan warga? Serentak warga menjawab “Tidak”.

“Kalau tidak, maka hentikan ini semua. Kita perlu saling mendengarkan. Di hari baik ini saya katakan pada kalian, hentikan itu semua. Saya akan siapkan lahan untuk kalian, yang bertani kembali bertani. Sejahteranya Mandailing Natal ini akan membuat Sumut Bermartabat. Jangan ragu untuk menghentikannya,” ungkap Edy.

Kemudian ia juga berpesan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut.

“Rakyat-rakyat ku, saya jadi gubernur karena kalian. Hampir 90% warga Madina yang memilih Saya. Untuk itu, saya tak mau kalian sengsara. Saya yakin yang datang hari ini adalah orang-orang yang ingin berubah. Saya berharap, tidak ada orang-orang yang mengambil kesempatan dari kesusahan kita ini,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri arahannya, Edy menyampaikan bahwa di tahun 2023 mendatang, Bandar Udara Bukit Malintang akan rampung pembangunannya. Dan diharapkan hal itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Madina.

“Saya sudah menghadap Presiden, dan sudah disetujui. Tahun 2023 paling lama sudah ada pesawat yang landing di Mandailing Natal. Bangun yang bagus, agar orang takjub begitu datang. Tunjukkan bahwa warga Mandailing Natal orang yang berakhlak mulia,” puji Edy.

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Gubernur yang telah datang dan memberikan solusi tentang persoalan tambang ilegal di Madina.

“Hari ini Pak Gubernur berada di tengah-tengah kita. Beliau tidak semena-mena ingin menghentikannya. Beliau ingin memberikan solusi dengan memberikan ternak dan ikan. Semoga keinginan Bapak Gubernur bisa kita wujudkan bersama dengan kehadiran beliau sebagai bentuk nyata kepeduliannya kepada kita,” ujarnya.

Dahlan juga menyampaikan keinginannya kepada Gubernur untuk membangun pabrik karet. Sebab menurutnya, Madina memiliki curah hujan yang tinggi. Untuk itu tepat bila dibangun pabrik karet di Kabupaten Madina.

“Lalu Pak Gubernur, mohon agar disegerakan terwujudnya kebun nanas dan kebun pisang terbesar yang pernah ada. Dan bantu juga kami untuk mengembalikan kejayaan kopi Mandailing. Untuk itu nanti kami butuh  uluran tangan Pemprovsu,” harapnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: