Search
Jumat 10 April 2020
  • :
  • :

Butong Ajak Pelajar se-Medan Utara Jauhi Narkoba & Pergaulan Bebas

Starberita – Medan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan, Surianto, mengajak para pelajar se kawasan Medan Utara untuk menjauhi narkoba dan pergaulan bebas, karena narkoba merupakan musuh bersama.

“Tidak ada orang yang sukses karena narkoba. Jadi, perlu diketahui dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan remaja dan siswa,” ketika mensosialisasikan Perda Kota Medan, Perda Nomor 1 tahun 2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS pada sosialisasikan ke 2 yang dilaksanakannya di Marelan Hall, Jalan Pasar IV Barat, Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Selasa (18/2/2020).

Hal yang sama, kata anggota Komisi II ini, juga terhadap pada penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) yang cukup marak dalam beberapa dekade ini.

“Penyebaran HIV/AIDS tidak terlepas dari maraknya peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat. Sebab, narkoba merupakan salah satu pintu masuk penyebaran virus yang belum ditemukan obatnya,” katanya.

Pria yang akrab disapa, Butong, ini menerangkan ada banyak pola penyebaran HIV/AIDS. Selain sex bebas, penggunaan jarum suntik dan transfusi darah yang terpapar virus HIV, teknologi juga secara tidak langsung bisa dianggap mendorong penyebaran virus itu. “Saya meminta kepada anak-anakku, bijaklah dalam menggunakan gadget,” ujarnya.

Butong mengatakan, dalam BAB VI jelas dinyatakan Walikota atau pejabat yang dihunjuk harus melakukan pembinaan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

“Pada BAB VII Pasal 31 disebutkan setiap orang yang mengetahui dirinya terinfeksi HIV dan AIDS dilarang melakukan seksual dengan dengan orang lain. Setiap orang atau institusi dilarang melakukan diskriminasi terhadap orang yang diduga terinfeksi HIV dam AIDS,” terangnya.

Butong menjelaskan, pada BAB VIII tentang pembiayaan, dalam pasal 32 disebutkan segala biaya yang dibutuhkan untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dibebankan pada APBD.

Dalam Bab X pasal 34 ayat 1 disebutkan Walikota berwenang menjatuhkan sanksi administrasi terhadap orang, lembaga dan instasi yang melakukan pelanggaran terhadap Perda. Dalam ayat 2 disebut terhadap PNS yang lalai dalam tugasnya diberikan sanksi pencopotan jabatan atau tunda kenaikan pangkat.

“Begitu juga dalam BAB XI tentang ketentuan pidana. Dalam pasal 35 ayat 1 dinyatakan, setiap orang yang melanggar ketentuan dapat dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta,” bebernya.

Sebelumnya, sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Medan yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi perda kepada ratusan siswa se-Medan Utara sepakat menyatakan jauhi narkoba dan sex bebas. Sebab, narkoba dan sex bebas berkontribusi besar dalam penyebaran virus HIV/AIDS.

“20 tahun yang akan datang, mau atau tidak dan suka atau tidak, generasi mudalah yang bakal menggantikan seluruh posisi yang dipegang oleh bapak dan ibu adik-adik yang hadir di depan ini. Hanya dengan agama lah, semua akan terarah. Manfaatkan rumah ibadah yang ada dan isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang meningkatkan keimanan kita,” ajak Danramil 010/ML, Kapten Inf Mustaqim.

Turut hadir dalam sosialisasi perda Kota Medan Perda 1/2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS yakni, Danramil 010/ML Kapten Inf Mustaqim, Ketua KNPI Medan Marelan Ardiansyah Sitepu, Sekcam Medan Marelan Suhariadi, perwakilan Dinas Kesehatan Medan Ahmad Ahyar Lubis, dan mewakili Kapolsek Labuhan Kanit Intel Polsek Labuhan Ipda R Opusunggu.

Sementara pihak sekolah yang diundang yakni:
1. SMA/SMK Budi Agung
2. SMA/SMK Nusantara
3. SMA Brigjen Katamso
4. SMA/SMK Bina Taruna
5. SMA/SMK Harapan Mekar
6. SMA/SMK Yapim
7. SMA/SMK Samudera Indonesia
8. SMA PGRI
9. SMA/SMK Sedayu Nusantara
10. SMA Al Hikmah
11. SMAN 16 Medan
12. SMA/SMK Bina Satria.

Perda tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS terdiri XII BAB dan 36 Pasal. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan

error: