Search
Minggu 9 Agustus 2020
  • :
  • :

MABMI Diajak Bangun Peradaban Kota Medan

Starberita – Medan, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution, mengajak Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) untuk bersama-sama membangun peradaban Kota Medan.

“Pembangunan yang kita lakukan tidak boleh lari dari budaya, sebab membangun kota bukan membangun monumen melainkan peradabannya,” ungkap Akhyar Nasution kepada pengurus MABMI Kota Medan saat beraudiensi ke Balaikota Medan, Senin (17/2/2020).

Pembangunan melalui budaya ini, jelas Akhyar, tentunya akan membuat Kota Medan memiliki ciri khas tersendiri. “Jadi, mari kita bangun bersama peradaban Kota Medan lewat budaya yakni budaya tertib, sopan santun, tolong menolong dan saling menghargai. Artinya, budaya menjadi kekuatan bagi kita untuk membangun demi terwujudnya Medan Rumah Kita yang layak huni, tenang, aman dan nyaman,” ungkapnya.

Terkait sejumlah usulan yang ditawarkan MABMI, Akhyar, mengucapkan terima kasih, terutama mengenakan pakaian adat Melayu bagi ASN di lingkungan Pemko Medan pada hari Jumat. “Usulan ini akan kita tindaklanjuti, karena banyak daerah yang telah mengenakan pakaian dalam bekerja,” kata Akhyar.

Sebelumnya Ketua MABMI Kota Medan periode 2020-2024, Syahmi Johan, melaporkan kepengurusan yang terpilih berdasarkan hasil Musyawarah Daerah yang telah dilaksanakan Desember 2019.

“Selain memperkenalkan diri, kami juga mengundang kehadiran Bapak Plt Walikota untuk menghadiri acara pelantikan MABMI Kota Medan di Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Jalan Sutomo Medan, Jumat (28/2/2020). Dalam pelantikan nanti, kami juga mengharapkan diberikan arahan dan masukan demi perkembangan dan kemajuan MABMI,” kata Syahmi.

Sebagai organisasi tempat berkumpulnya warga Melayu, Syahmi, ingin melestarikan budaya Melayu di Kota Medan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengusulkan kepada Plt Walikota agar ASN di lingkungan Pemko Medan dapat mengenakan pakaian adat Melayu pada hari Jumat, dimana ASN pria mengenakan teluk belanga, sedangkan ASN wanita mengenakan baju kurung.

“Medan merupakan Tanah Deli, makanya kami berharap agar ASN di Pemko Medan dapat mengenakan pakaian adat Melayu sebagai salah satu upaya pelestarian kebudaayaan Melayu. Pemakaiannya bisa dilakukan dua kali dalam sebulan, misalnya Minggu pertama dan keempat. Selebihnya bisa menggunakan pakaian adat daerah lainnya,” ungkapnya.

Apalagi, tambah Syahmi, Mendagri juga telah mengeluarkan surat edaran terkait pemakaian adat msing-masing daerah tersebut. Karenaya, Syahmi, berharap agar usulan yang disampaikan MABMI dapat ditindaklanjuti Plt Walikota. “MABMI sangat berharap (pemakaian pakai adat Melayu) ini dapat terwujud,” harapnya.

Selain itu, imbuh Syahmi lagi, MABMI Kota Medan juga mengusulkan agar bantaran Sungai Deli di kawasan Medan bagian utara dapat dijadikan tempat penjualan kuliner khas Melayu. Sebab, sebagain besar penghuni kawasan itu merupakan komunitas Melayu. “Untuk mewujudkan hal itu, MABMI siap mendukung dan bekerjsama dengan Pemko Medan,” tegas Syahmi. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan

error: