Search
Rabu 1 April 2020
  • :
  • :

Bayek: Sampah Bisa Menghasilkan Nilai Ekonomis Jika Dikelola dengan Baik

Starberita – Medan, Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Mulia Asri Rambe, memaparkan sampah akan menghasilkan nilai ekonomis, jika mampu dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

“Dulu, sampah selalu menjadi momok. Tapi, sekarang tidak jika bisa dikelola dengan baik,” kata Mulia Asri Rambe ketika mensosialisasikan Perda Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan pada sosialisasi ke 2 tahun 2020 yang dilaksanakannya di Jalan Deli Raya, Komplek Bank, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli Senin (17/2/2020).

Memang, sebut pria yang akrab disapa, Bayek, ini sampah di Kota Medan hingga hari ini masih menjadi persoalan karena masih kurangnya sarana dan prasarana pendukung. “Mari, kita wadahi sampah kita dengan membuangnya pada tempatnya,” ajak Bayek.

Dalam Perda Nomor 6 tahun 2015 ini, kata Bayek, diatur regulasi yang baik dalam pengelolaan sampah. “Jadi, masyarakat Medan sesungguhnya sudah memiliki pedoman untuk pengelolaan sampah melalui Perda ini,” jelasnya.

Seperti halnya di sejumlah wilayah di Jawa, terang Bayek, disana sudah ada bank sampah dimana-mana. Bahkan, katanya, para ibu rumah tangga disamping membuang sampahnya, mereka sebenarnya sedang menabung investasi ekonomi.

“Jadi, sampah bisa mengganggu masyarakat dan bisa menjadi nilai ekonomi. Seperti di Depok, para ibu rumah tangga disana disamping membuang sampahnya dari rumah, juga menabung sampah untuk suatu investasi,” terang Bayek.

Didalam Perda, tambah Bayek, juga diatur sanksi, dimana  setiap orang yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp10 juta dan bagi setiap badan/lembaga yang membuang sampah sembarangan akan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. “Jadi, mari kita tidak lagi membuang sampah sembarangan, karena ada sanksinya,” ujarnya.

Sebelumnya Kordinator Kebersihan Kecamatan Medan Deli, Nanang, mengajak partisipasi dan dukungan penuh masyarakat dalam masalah sampah ini, karena Kecamatan Medan Deli masih kekurangan petugas Melati, Bestari dan kernek armada kebersihan. “Tanpa dukungan penuh dari masyarakat, Medan bebas sampah 2020 mustahil berhasil,” katanya. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan

error: