Search
Sabtu 8 Agustus 2020
  • :
  • :

Efektifkah Air Rebusan Daun Sirsak untuk Mengobati Kanker Payudara?

Starberita – Jakarta, Pengobatan alami atau herbal banyak diandalkan untuk mengobati berbagai penyakit. Mulai dari penyakit ringan hingga berat, tak terkecuali kanker. Katanya, air rebusan daun sirsak bisa membantu pasien kanker payudara. Bagaimana faktanya?

Sudah ada banyak penelitian tentang kandungan sirsak dan khasiatnya untuk kesehatan. Salah satunya adalah dalam hal mengatasi kanker. Tak hanya buahnya, daunnya juga dipercaya punya kandungan yang sama sehingga banyak pasien kanker payudara rutin meminum air rebusan daun sirsak.

Faktanya, sirsak memiliki kandungan antioksidan tinggi, yang tentunya baik untuk membantu menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel di dalam tubuh. Selain itu, sirsak juga digunakan untuk melawan infeksi, meredakan peradangan, serta mengobati kanker.

Benarkah Daun Sirsak Bisa Efektif Mengobati Kanker Payudara?

Di Indonesia, daun sirsak dikonsumsi dengan cara direbus, lalu airnya diminum. Menurut penelitian, air sirsak berguna untuk mengatasi beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker hati, dan kanker prostat.

Seperti buahnya, daun sirsak juga memiliki kandungan senyawa aktif, yaitu Acetogenins annonaceous. Senyawa alai ini memiliki sifat antikanker.

Studi laboratorium memang menunjukkan bahwa ekstrak yang ada dalam air sirsak dapat menghancurkan beberapa sel kanker payudara yang kebal terhadap pengobatan kemoterapi.

Studi yang dilakukan tahun 2016 pun menemukan hasil serupa pada kanker payudara. Hal ini membuat daun sirsak disebut-sebut sebagai kandidat menjanjikan untuk menjadi salah satu terapi kanker payudara.

Namun sayangnya, studi tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk pengobatan kanker. Pasalnya, studi tersebut hanya sebatas in vitro atau berdasarkan kultur jaringan semata.

Untuk benar-benar terbukti bisa digunakan sebagai pengobatan kanker, harus ada uji klinis terhadap manusia. Nah, hingga detik ini belum ada satu studi pun yang dapat mendukung klaim akan manfaat daun sirsak dalam penanganan kanker. Ini supaya tidak ada bukti kemanjuran dan keamanan dari konsumsi air daun sirsak.

Aturan Minum Air Daun Sirsak untuk Pengobatan Kanker

Meski bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif yang mudah didapat, mudah dibuat, serta harganya yang terjangkau, air daun sirsak tak bisa dikonsumsi sembarangan. Apalagi tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter saat sedang melakukan kemoterapi.

Ada aturan minum air rebusan daun sirsak sebagai pengobatan alternatif kanker yang harus diperhatikan.

Pertama-tama, perlu diketahui efek dari konsumsi air daun sirsak dicurigai dapat berinteraksi dengan obat kemoterapi. Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan efektivitas dari kemoterapi itu sendiri.

Para peneliti juga mengatakan, jika air daun sirsak dikonsumsi secara berlebihan, maka senyawa alami yang terkandung dalam daun sirsak dapat memberikan efek negatif terhadap tubuh, terutama pada saraf.

Beberapa zat yang ada di dalam sirsak mampu masuk ke dalam aliran darah menuju otak dan menyebabkan kerusakan saraf. Mungkin inilah salah satu faktor kenapa belum ada yang melakukan uji klinis manfaat daun sirsak terhadap manusia.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ekstrak daun sirsak karena dapat meningkatkan efek negatifnya, yaitu:

  • Saat sedang hamil.
  • Memiliki tekanan darah rendah atau hipotensi.
  • Mengonsumsi obat diabetes.
  • Memiliki penyakit hatiatau penyakit ginjal.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa kanker payudara bisa sembuh dengan daun sirsak belum benar-benar terbukti, begitu juga dengan jenis kanker lainnya. Belum lagi ada efek samping yang bisa berdampak pada saraf.

Karenanya, studi lanjutan serta uji klinis terhadap manusia masih dibutuhkan untuk membuktikan efektivitas dan keamanan pengobatan kanker dengan daun sirsak.

Meski belum terbukti secara klinis, tapi bukan berarti air daun sirsak dilarang. Aturan pentingnya adalah dengan tidak mengonsumsinya secara berlebihan dan konsultasikan dengan dokter terlebih dulu, terutama jika sedang menjalani kemoterapi dan memiliki kondisi medis yang disebutkan diatas. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: