Search
Senin 24 Februari 2020
  • :
  • :

Peneliti: Mungkin Lebih Banyak Orang Meninggal karena Influenza daripada Virus Corona

Starberita – Jakarta, China memang tengah bersaing dengan waktu untuk sedang menangani wabah virus Korona Wuhan (corona virus/2019-nCov). Pasalnya, sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Karena banyak korban yang jatuh akibat viralnya peredaran virus Korona ini, maka pihak berwenang di Wuhan membangun rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur untuk merawat pasien. Rumah sakit ini direncanakan seluas 270.000 kaki persegi dan akan selesai awal Februari.

“Dengan tidak adanya vaksin atau pengobatan, cara terbaik Anda mengatasi wabah adalah mengidentifikasi kasus, mengisolasi mereka, dan melacak kontak,” kata Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease seperti dilansir dari USAtoday.

Memang, virus Korona Wuhan telah menarik perhatian internasional dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, Greg Poland, Direktur the Mayo Clinic Vaccine Research Group mengatakan, orang tidak boleh melupakan ancaman influenza.

“Tidak ada yang khawatir tentang influenza, tetapi dugaan saya jauh lebih banyak orang akan meninggal karena influenza tahun ini daripada dari virus Korona apapun,” kata Polandia.

“Ini adalah pandemi influenza, tetapi kami menyebutnya sesuatu yang eksotik seperti ‘novel corona virus’, orang-orang akan lebih memberi perhatian. Tapi, orang tidak berpikir dua kali. Kami bahkan belum menemukan vaksin untuk flu,” tambah dia.

Sekadar informasi, virus Korona Wuhan adalah mutasi dari virus flu biasa. Virus ini pun telah mengalami mutasi tiga kali dalam 20 tahun terakhir.

Pada tahun 2003, virus ini bermutasi menjadi infeksi saluran pernapasan akut atau yang dikenal dengan SARS, dan menyebabkan kepanikan global ketika lebih dari 8.000 orang jatuh sakit dan hampir 800 orang meninggal di berbagai negara.

Satu dekade kemudian, Middle East Respiration Sydrom atau MERS mulai menyebar ke negara-negara di dan dekat Semenanjung Arab, serta di Korea Selatan, menewaskan lebih dari 850 orang.

Sementara untuk virus korona Wuhan, Pihak berwenang China mengatakan 106 orang telah meninggal akibat wabah virus korona baru, dengan sedikitnya 4.239 orang positif terinfeksi. (sbc-02/okz)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: