Search
Selasa 4 Agustus 2020
  • :
  • :

DPRD Minta Imigrasi Belawan Perketat Masuknya WNA

Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan melalui komisi terkait meminta pihak Imigrasi, khususnya Imigrasi Kelas II TPI Belawan untuk memperketat mengawasi masuknya Warga Negara Asing (WNA) melalui Pelabuhan Belawan. Hal ini perlu guna mencegah menyebarnya virus corona di Kota Medan.

“Bila perlu, setiap petugas Imigrasi dilengkapi alat pengaman agar tidak tertular virus tersebut,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Rudiyanto, kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, saat melakukan kunjungan kerja ke instansi tersebut, Senin (27/1/2020).

Belawan, kata Rudiyanto, salah satu pintu gerbang keluar masuknya WNA, karenanya banyak pekerja asing yang masuk melalui Pelabuhan Belawan. “Jadi, perlu dioptimalkan pengawasan,” pinta Rudiyanto lagi.

Senada dengan itu, Parlindungan, mengatakan virus corona menjadi momok yang menakutkan, karena penyebaran virus tersebut begitu cepat. “Imigrasi lebih sigap agar virus corona tidak menyebar,” pinta Parlindungan.

Sementara, Abdul Rani, meminta pihak Imigrasi Belawan agar mengawasi pekerja asing yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Medan Utara.

“Ada ratusan perusahaan yang berdiri di Medan Utara. Pihak Imigrasi Belawan agar terus memantau keberadaan pekerja asing. Selain bekerja, WNA tersebut banyak berdomisili tetap dan berkeluarga. Banyak informasi yang kami dapat, mereka bertempat tinggal di komplek-komplek perumahan yang jauh dari pengawasan Imigrasi,” ungkap Rani.

Menanggapi itu, Kakan Imigrasi Kelas II Belawan, Berti Mustika, mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas saran dan masukan yang diberikan Komisi I DPRD Medan.

“Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak, terutama DPRD Medan. Dalam mencegah menyebarnya wabah virus corona, kami telah memperketat pintu masuk kedatangan terutama bagi WNA,” ujar Berti.

Dikatakan Berti, masuknya pekerja asing ke Belawan melalui kapal tanker dan cargo. “Untuk mengawasi secara keseluruhan kami minim petugas, terutama mengawasi WNA yang tinggal di wilayah kami,” sebutnya. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan

error: