Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Fraksi PDI Perjuangan Prihatin Pemprovsu Tak Punya Master Plan Pariwisata

Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) prihatin terhadap Pemerintah Provsu yang tidak memiliki Master Plan (Rencana Utama) dalam bidang pembangunan pariwisata, sehingga menyebabkan pembangunannya kurang berkembang bahkan tertinggal.
Demikian dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi PDI Perjuangan, Tuamu Lumbantobing didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya Franky Partogi Wijaya Sirait dan Staf Ahli Fraksi PDI Perjuangan Aswan Jaya, kepada wartawan diruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (21/1/2020).
Tuani menjelaskan, atas dasar tersebut pihaknya mempertanyakan keseriusan Pemprovsu dan kabupaten/kota di Sumut dalam membangun pariwisata di daerahnya masing-masing.
“Misalnya dikawasan wisata Danau Toba yang sudah memiliki nama besar dan potensi yang bisa diunggulkan, hingga kini belum mampu dijadikan andalan  Pemprovsu dan kabupaten sekitar untuk menarik sebesar-besarnya wisatawan mancanegara dan Nusantara. Anehnya lagi, Festival Danau Toba yang seharusnya menjadi momen menarik wisatawan dan ajang promosi Sumut malah akan ditutup oleh pihak Pemprovsu. Apalagi alokasi anggarannya sudah dimasukkan oleh DPRD,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Tuani, dirinya  mempertanyakan kembali keseriusan Pemprovsu dan kabupaten sekitar Danau Toba untuk meningkatkan kembali kejayaan dan keramaian kunjungan wisatawan di wisata Danau Toba.
“Sebab Pemerintah Pusat saja sudah berulang kali menunjukkan keseriusannya menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata mancanegara. Diantaranya, sudah membangun jalan tol sebagai akses ke Danau Toba, hingga merencanakan proyek dan proi besar di kawasan wisata tersebut,” terang Tuani yang juga mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) ini.
Tuani mengungkapkan jika Pemprovsu serius membangun pariwisata khususnya kawasan Danau Toba,
seharusnya memiliki rencana utama dan pengelolaan yang  sistematis dan total dengan melibatkan semua pihak dan lembaga pemerintah di Sumut.
“Tapi sangat disayangkan pembangunan pariwisata kita mundur kebelakang bahkan tertinggal dengan provinsi lain yang sebelumnya berada di bawah Sumut,” pungkasnya. (sbc-03)



Tinggalkan Balasan

error: