Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

DPRD Sumut: Copot Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto

Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) meminta Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mencopot Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof Dian Armanto karena dinilai tidak bisa menyelesaikan persoalan 27 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kota Binjai yang nasibnya masih terkatung-katung untuk wisuda.
“Sebenarnya bagi Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut, Prof Dian Armanto, hal ini adalah persoalan kecil. Namun kita lihat sikap beliau hingga saat ini dinilai tidak pro aktif untuk segera
menyelesaikan permasalahan nasib para generasi bangsa ini. Karena itu kita meminta Kemenristek Dikti untuk mencopot beliau sebagai Kepala LLDIKTI di Sumut,” kata Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Berkat Kurniawan Laoli kepada wartawan diruang kerjanya Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (21/1/2020).
Berkat menjelaskan, sejak persoalan ini masuk ke DPRD Sumut dan terus ditindaklanjuti, Prof Dian Armanto tidak hadir saat Komisi E DPRD Sumut bersama perawakilan STKIP Pelita Bangsa dan mahasiswa melakukan kunjungan kerja ke Kemenristek Dikti
yang diterima Bapak Totok selaku Direktur Pembinaan  Kelembagaan Perguruan Tinggi untuk menanyakan dan mencari jalan keluar dari persoalan ini.
“Nah ini kan sudah menunjukkan etikad yang kurang baik. Karena ditangan beliau izin STKIP Pelita Bangsa dicabut. Seharusnya beliau bertanggungjawab terhadap nasib mahasiswa yang sampai saat ini belum jelas nasibnya untuk diwisuda, karena pada saat kampus belum dicabut izinnya, mereka (mahasiswa,red) telah membayar seluruh kewajiban untuk wisuda,” tegasnya.
Bahkan, lanjut Politisi Partai NasDem ini, menurut pengakuan dari mahasiswa, Prof Dian Armanto telah berjanji kepada mahasiswa STKIP Pelita Bangsa untuk tidak mengutip biaya untuk wisuda di kampus lain, karena mereka telah membayar seluruh biaya wisuda kepada STKIP Pelita Bangsa.
Selain itu, masih kata Berkat, Prof Dian Armanto juga berjanji untuk mempermudah pelaksanaan wisuda mahasiswa STKIP Pelita Bangsa.
“Namun kenyataannya beliau melupakan janjinya. Mahasiswa masih diminta uang wisuda di kampus pengganti untuk pelaksanaan wisuda. Sikap seperti inilah yang perlu dievaluasi,” cetusnya seraya menambahkan bahwa masih banyak Prof di Sumut yang dinilai tegas, terukur dan terarah ucapan dan kebijakan yang diambil ketika menangani persoalan. (sbc-03)



Tinggalkan Balasan

error: