Search
Selasa 31 Maret 2020
  • :
  • :

Vaksin Pneumonia Tak Mampu Tangkal Coronavirus, Mengapa?

Starberita – Jakarta, Masyarakat dunia dihebohkan oleh penyakit yang mirip pneumonia yang disebabkan coronavirus atau virus corona. Penyakit tersebut pertama kali terdeteksi dalam puluhan pasien di daerah Wuhan, Tiongkok Januari 2020 lalu. Meski penyakit seperti radang paru-paru, vaksin pneumonia pun tak bisa mencegahnya, mengapa?

Benarkah Vaksin Pneumonia Bukan Cara Menangkal Coronavirus?

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K) FISR, FAPSR, wabah pneumonia yang terjadi di Wuhan merupakan penyakit baru. Jadi, belum dilakukan penelitian lebih lanjut untuk diciptakan vaksin sebagai upaya pencegahan.

Bahkan, dr. Agus juga berpesan, masyarakat tidak perlu meminta vaksin pneumonia kepada tenaga medis. Ini karena jenis vaksin tersebut hanya untuk pencegahan kasus pneumonia yang disebabkan oleh bakteri.

Sebenarnya, di Indonesia ada tiga jenis vaksinasi radang paru-paru. Pertama, vaksin Pneumokokus atau PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine). Ini merupakan  Vaksin PCV13 dengan merek dagang Prevnar yang ditujukan untuk bayi dan anak di bawah  dua tahun. Vaksin ini dapat melawat 12 tipe bakteri.

Lalu bagaimana dengan orang dewasa, adakah vaksin untuk radang paru-paru? Biasanya, untuk dewasa berupa Vaksin Pneumokokus PPSV23 dengan nama dagang Pneumovax 23. Anda bisa melakukan vaksinasi tersebut untuk terhindar dari pneumonia yang diakibatkan 23 bakteri.

Ada juga vaksin Synflorix untuk mencegah 10 bakteri penyebab pneumonia masuk ke dalam tubuh Anda. Berdasarkan saran Satgas Imunisasi Dewasa, sebaiknya orang dewasa mendapat satu kali suntikan PCV 13 yang dilanjut dengan PPSV23 pada dua bulan kemudian. Lalu, PPSV23 ini sutiknya dilakukan setiap tiga tahun sekali

Selain itu, ada pula Vaksin Hib untuk mencegah bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib). Jenis bakteri ini merupakan penyebab pneumonia dan radang otak (meningitis). Di Indonesia, vaksinasi Hib telah masuk dalam program nasional imunisasi untuk bayi.

Sebagai informasi tambahan, dr Astrid Wulan Kusumoastuti, mengatakan selama ini vaksin peradangan paru-paru ini ditujukkan untuk mencegah invasi bakteri Streptococcus pneumoniae. Vaksin tidak menjamin Anda bebas 100 persen dari pneumonia, tapi mengurangi risiko komplikasi serius dari penyakit tersebut.

Jika Vaksin Pneumonia Tak Ampuh, Bagaimana Melawan Virus Corona?

Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) telah merilis jenis Betacoronavirus yang menjadi outbreak di Wuhan, Tiongkok. Virus tersebut memiliki lima genom baru yang berbeda dari SARS-coronavirus dan MERS-Coronavirus.

Umumnya, orang yang terjangkit virus baru ini akan mengalami gejala demam, lemas, batuk kering, dan sesak napas. Mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti orang yang sedang sakit ataupun lansia lebih berpotensi untuk terserang.

Apabila terlanjur terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh Coronavirus ini, dr Devia Irone Putri, memberikan sejumlah saran yang wajib dipatuhi, yaitu:

  • Jangan sampai tubuh Anda dehidrasi. Jadi, pastikan konsumsi air yang cukup paling sedikit delapan gelas sehari.
  • Hindari untuk begadang atau melakukan aktivitas berat. Pastikan kebutuhan istirahat tercukupi, seperti tidur malam selama delapan jam.
  • Kalau demam cukup tinggi suhunya, Anda dapat mengonsumsi parasetamol dan ibuprofen sebagai pertolongan pertama.

Selain itu, perhatikan pula gejala yang timbul. “Kalau keadaannya sesak napas dan batuknya sudah parah, bahkan kesadaran juga menurun, penderitanya harus segera dilarikan ke rumah sakit. Pasien yang terkena virus corona harus diisolasi,” kata dr. Devia.

Masih Bisakah Coronavirus Dicegah Penularannya Tanpa Vaksin?

Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Bukankah hingga kini belum ada vaksin yang dapat menangkal penyakit mirip pneumonia itu? Ya, itu memang benar. Namun, bukan berarti Anda sama sekali tak bisa mencegahnya, ya.

Dibawah ini terdapat beberapa langkah yang bisa digunakan sebagai cara menangkal atau mencegah coronavirus, yaitu dengan beberapa cara berikut ini.

  • Hindari daerah coronavirus Bila Anda terpaksa melakukan perjalanan ke Wuhan, Tiongkok, lebih baik konsultasi dengan dokter, dinas kesehatan, dinas transportasi setempat.
  • Jika Anda berada di Tiongkok, hindari kontak langsung dengan daerah pasar yang menjual hewan hidup. Dikhawatirkan tempat tersebut menjadi media penyebaran virus corona. Tunggu sampai status aman diberikan WHO.
  • Bila selama berkunjung ke Tiongkok Anda bertemu atau kontak langsung dengan orang yang menderita demam, flu, batuk, dan sesak napas, sebaiknya segera periksa kesehatan di rumah sakit. Siapa tahu, orang yang ditemui terjangkitcoronavirus.
  • Jangan ragu untuk pergi periksa ke rumah sakit jika Anda merasa demam, batuk, pilek, dan sesak napas. Ini supaya virus corona tidak menyebar dengan cepat dan Anda dapat penanganan yang tepat.
  • Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan. Mulai dari rajin mencuci tangan dan tidak memilih sembarang makanan dan tempat makan selama berada di Tiongkok.
  • Mengonsumsi suplemen atau vitamin bisa dilakukan bila tubuh mulai terasa lelah. Ini supaya menjadi booster bagi kekebalan tubuh Anda.

Vaksin Pneumonia belum bisa menangkal penyakit yang disebabkan coronavirus. Sementara ini, menjaga tubuh tetap fit menjadi salah satu upaya utama untuk mencegah masuknya virus corona. Semoga segera ada vaksin atau obat yang ampuh untuk mengatasi penyakit tersebut. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: