Search
Minggu 29 Maret 2020
  • :
  • :

TTP Ditiadakan, Pemprovsu Tak Perhatian Terhadap Guru SLB?

 

Starberita – Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terkesa mengabaikan perhatian terhadap para guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). Pasalnya, hingga saat ini, Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) khusus bagi guru-guru yang mengajar di SLB belum juga terealisasi pasca terbitnya Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 11 Tahun 2017 Tanggal 23 Maret 2017 tentang Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pasal 6 Ayat g Bab III.

 

“Pada Pasal 6 Ayat g Bab III menegaskan tentang penghapusan TTP pada guru SLB. Akibatnya hingga saat ini, para guru SLB tidak lagi menerima tunjangan yang nilanya cukup lumayan,” kata Ketua Fraksi Nusatara Dewan Perwakila Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Jafaruddin Harahap kepada wartawan di Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (15/1/2020).

 

Dijelaskan Jafar, bahwa selama ini Guru SLB di Sumut telah menerima dan merasakan manfaat dari TTP tersebut, tapi dengan adanya Pergub ini para guru merasa tidak dipedulikan oleh Pemprovsu.

 

“Seharusnya guru SLB mendapat perhatian lebih dari pemerintah khususnya Pemprovsu karena pekerjaan yang mereka lakukan bukan sekedar mengajar, tetapi juga membentuk  sikap dan perilaku anak yang tidak sama dangan siswa/siswi lainnya,” tegas Jafar yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PPP Sumut ini.

 

Jafar juga menambahkan, bahkan banyak Guru SLB yang mengalami perlakuan yang tidak baik oleh Siswa SLB, seperti ada yang mencakar, memukul dan sebagainya.

 

“Jelas ini bukan pekerjaan yang mudah bagi seorang guru, bahkan pernah seorang guru yang sedang hamil secara tiba-tiba dipukul perutnya oleh siswa, inikan pekerjaan yang sangat berisiko,” cetusnya.

 

Karena itu, lanjut Jafar, pihaknya berharap agar Pemprovsu agar memperhatikan nasib guru SLB dengan memberikan TTP tersebut, karena di provinsi lain, para guru SLB mendapatkan tunjanga khusus. “Kalau pun TTP tersebut tidak bisa diberikan, seharusnya Pemprovsu menganggarkan untuk Tunjangan Khusus bagi Guru SLB,” tandasnya.

 

Selain itu juga, masih kata Jaffar, pihaknya juga mendesak Pemprovsu membangun Gedung SLB untuk tingkat SMP dan SMA. Karena SLB yang ada saat ini sudah tidak lagi dapat menampung siswa yang mendaftar dan jaraknya terlalu jauh, seperti di Kota Medan yang berada di jalan Karya Ujung.

 

“Apalagi di Deli Serdang. Karena itu Gubsu harus segera mencanangka pembangunan  Gedung SLB yang baru, khususnya di daerah Batang Kuis dan Sunggal,” pungkasnya. (sbc-03)

 




Tinggalkan Balasan

error: