Search
Senin 30 Maret 2020
  • :
  • :

Ladies, Yuk Kenali 7 Jenis Penyakit Autoimun Ini

Starberita – Jakarta, Tahukah Anda, penyakit autoimun menyerang delapan persen dari seluruh populasi dunia dan 78 persen diantaranya adalah wanita. Meski belum diketahui kenapa wanita lebih rentan mengalaminya, tetapi tak ada salahnya mengenali apa saja jenis penyakit autoimun yang lebih sering dialami wanita mulai sekarang.

Mengapa Wanita Lebih Rentan?

Sebenarnya, alasan penyakit autoimun dialami lebih banyak pada wanita ketimbang pria masih belum pasti. Namun, beberapa penelitian mengaitkan riwayat penyakit infeksi sebelumnya yang dapat memicu autoimun jenis tertentu.

Selain itu, dikatakan juga bahwa prevalensi pada wanita yang lebih tinggi ini juga diduga diakibatkan oleh faktor kromosom X yang memiliki banyak gen berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Faktanya, kaum hawa memiliki dua kromosom X. Itu sebabnya memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami autoimunitas.

Penyakit Autoimun yang Lebih Sering Dijumpai pada Wanita

Tanpa panjang lebar lagi, berikut ini adalah beberapa jenis penyakit autoimun yang sering dialami wanita.

Lupus

Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) atau lebih dikenal sebagai lupus adalah penyakit peradangan kronis yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri. Pada lupus, proses peradangan yang terjadi dapat mengenai berbagai organ tubuh.

Misalnya, persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru. Gejalanya pun berbeda-beda tergantung organ mana yang terkena. Itulah mengapa gejala lupus sangat bervariasi dan sulit terdiagnosis pada tahap awal.

Meski begitu terdapat satu gejala khas pada lupus, yaitu ruam  di bagian wajah yang menyerupai kupu-kupu di area pipi. Penyakit yang diderita oleh aktris dan penyanyi Selena Gomez ini sering dialami wanita produktif berusia 15-40 tahun.

Sjögren Primer

Sjögren primer atau sindrom Sjögren terjadi ketika tubuh menghancurkan kelenjar yang memproduksi air mata dan saliva. Sindrom Sjögren juga berkaitan dengan gangguan rematik seperti reumatoid artritis (radang sendi).

Gejala sindrom Sjögren yang sering dilaporkan adalah mata dan tenggorokan yang kering. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan kesulitan dalam menelan dan gangguan makan.

Selain itu, bisa pula disertai pembesaran kelenjar parotis, kelelahan berlebihan, nyeri otot, dan nyeri sendi. Sindrom ini sering ditemukan pada wanita berusia di atas 45 tahun.

Sirosis Bilier Primer

Sirosis bilier primer adalah kondisi peradangan pada saluran empedu hati sehingga terjadi sumbatan. Empedu memainkan peran penting dalam mencerna makanan, menyaring sel darah merah yang sudah tidak layak, serta kolesterol dan racun-racun tubuh.

Akibat sumbatan tersebut, terjadi penumpukan zat-zat racun yang pada akhirnya menyebabkan sirosis hati. Penyakit autoimun jenis yang satu ini biasa ditemukan pada wanita berusia 30-60 tahun.

Tiroid Autoimun

Tiroid autoimun atau juga dikenal sebagai penyakit Hashimoto, adalah peradangan yang terjadi akibat tubuh yang menyerang kelenjar tiroid sendiri. Kelenjar tiroid sangat penting bagi sistem endokrin tubuh. Dalam penyakit Hashimoto, fungsi tiroid mengalami gangguan sehingga terjadi hipotiroidisme.

Gejalanya sulit dikenali karena mirip seperti gejala hipotiroidisme. Umumnya, penderitanya akan mudah lelah, berat badan cenderung bertambah meski makannya tidak banyak. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang harus diperhatikan seperti berikut ini.

  • Tidak tahan dingin.
  • Terdapat benjolan di leher yang merupakan tanda pembesaran kelenjar tiroid.
  • Gangguan konsentrasi dan mudah lupa.
  • Kram pada tulang dan otot.
  • Rambut mudah rontok.
  • Nyeri atau kesemutandi tangan dan kaki.
  • Haid tidak teratur dan gangguan kesuburan.
  • Mengorok saat tidur.

Skleroderma

Skleroderma atau sklerosis sistemik adalah suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan ikat sehingga terbentuk jaringan parut dan penebalan. Peradangan ini terjadi pada kulit, pembuluh darah, dan organ dalam.

Skleroderma sering terjadi pada wanita usia 30-50 tahun. Selain menyerang kulit, penyakit autoimun ini juga umum menyerang organ, seperti jantung, paru-paru, atau ginjal. Tentunya gejala yang ditimbulkan lebih serius. Misalnya, kesulitan bernapas, hipertensi, hipertensi pulmonal, dan lain-lain.

Penyakit Graves

Penyakit Graves menyebabkan kelenjar tiroid terlalu aktif mengeluarkan hormon tiroksin. Hal ini membuat ukuran kelenjar tiroid membesar dan kadar hormon tiroidnya meningkat (hipertiroidisme).

Penyakit yang juga diderita oleh rapper Missy Elliot ini mengakibatkan metabolisme tubuh berlebihan. Penyakit ini lebih sering dijumpai pada wanita muda, yaitu sekitar 20-35 tahun.

Penyakit Celiac

Penyakit yang menyerang saluran pencernaan ini juga lebih banyak dialami wanita dibandingkan pria. Faktanya, dilansir dari laman Beyond Celiac, wanita dalam populasi umum yang terdiagnosis penyakit celiac jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada pria.

Penelitian yang ada mengindikasikan, 60-70 persen orang-orang yang terdiagnosis penyakit celiac adalah wanita.Penyakit celiac adalah penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh reaksi sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang tidak normal terhadap gluten.

Gluten itu sendiri merupakan protein yang ditemukan pada makanan yang mengandung gandum, gandum hitam, dan jelai. Selain pada makanan, gluten juga dapat ditemukan pada beberapa obat, vitamin, dan lipstik.

Ada beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan gluten. Intoleransi gluten terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna atau menghancurkan gluten. Beberapa orang dengan intoleransi gluten memiliki kepekaan ringan terhadap gluten, sementara yang lain memiliki kelainan autoimun yaitu penyakit celiac.

Tujuh jenis penyakit di atas adalah beberapa jenis penyakit autoimun yang lebih sering dialami wanita. Penyakit lainnya juga meliputi: vitiligo, psoriasis, multiple sclerosis, anemia hemolitik, dan masih banyak lagi. Jika mengalami beberapa gejala di atas, periksa ke dokter. Lebih cepat terdeteksi, maka penyakit autoimun akan lebih mudah ditangani. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: