Search
Senin 6 April 2020
  • :
  • :

WHO Golongkan Kecanduan Game dalam Klasifikasi Penyakit Internasional

Starberita – Jakarta, Bermain game pasti menyenangkan, apalagi pada saat waktu luang. Sayangnya, banyak juga orang yang memainkannya secara berlebihan hingga akhirnya kecanduan game Sampai-sampai, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan kecanduan game masuk ke dalam daftar The International Classification of Diseases (ICD) dengan nama gaming disorder.

Apakah The International Classification Diseases (ICD)?

Pastinya, beberapa dari Anda masih awam terhadap ICD. Sebenarnya, daftar ICD digunakan sebagai basis data identifikasi tren kesehatan yang tengah berlangsung secara global. Ini juga menjadi standar informasi soal penyakit dan kondisi kesehatan masyarakat dunia bagi ahli medis.

Melalui data klasifikasi ICD ini, para ahli medis dapat mengawasi tren penyakit, kelainan, dan kondisi kesehatan suatu kelompok masyarakat ataupun secara global. Bahkan, data-data tersebut bisa membantu membuat strategi kesehatan suatu negara.

Tentunya, masuknya gaming disorder atau kecanduan game ke dalam daftar ICD melalui proses penelitian publik yang cukup lama. Bahkan, ini juga mengecek hingga kebiasaan masyarakat. Hal ini pun kemudian jadi perbincangan di masyarakat. Ini karena makin banyak orang yang lebih senang bermain game di ponselnya dibanding bersosialisasi.

Mengapa seseorang kecanduan main game?

Bermain game pada dasarnya mengundang daya tarik tersendiri. Apalagi, sekarang hadir variasi game yang kian beragam. Fitur-fitur menarik yang bertambah seiring majunya teknologi, turut andil membuat orang sulit lepas dari candu video game. Ditambah lagi, bermain game sekarang bisa menggunakan ponsel pintar.

Pastinya, Anda bertanya-tanya seperti apa orang yang sudah tergolong gaming disorder atau kecanduan game. Sebenarnya, segala sesuatu yang menyebabkan kecanduan tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang.

Ketika Anda hendak berhenti, rasanya sangat sulit sekali. Bahkan, Anda bisa melupakan kewajiban hanya untuk asyik main game selama berjam-jam. Tanpa disadari, hal tersebut dapat merusak kehidupan Anda.

Menurut Kecanduan Game dari KlikDokter, seseorang sudah mengalami kecanduan bermain game apabila ia menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Semakin lama, waktu yang digunakan untuk bermain game semakin meningkat.

“Aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari juga menjadi terganggu. Ini karena pikiran orang tersebut akan selalu jatuh kepada game yang dimainkannya. Akibatnya, ia tidak dapat berkonsentrasi dan fokus untuk melakukan pekerjaan atau aktivitasnya,” ujar dr. Karin.

Tanda lainnya adalah ketika seseorang cenderung untuk selalu menggunakan game sebagai pelampiasan ketika marah, sedih, depresi, atau lari dari masalah hidupnya. Begitu kecanduannya ia terhadap suatu game sehingga rela berbohong kepada keluarga dan teman untuk menutupi hal tersebut.

Selain itu, orang yang sudah kecanduan game memiliki mood yang buruk, mudah marah, tersinggung, sedih, bahkan depresi. Apalagi ketika aksesnya terhadap game terputus atau terganggu.

“Gejala kecanduan sudah semakin parah jika seseorang tersebut semakin menarik diri dari lingkungan sosial. Lebih suka menyendiri untuk bermain game dan bertemu dengan teman-teman virtual. Ini ketimbang teman-teman di dunia nyata,” tegas dr. Karin.

WHO sudah golongkan kecanduan game sebagai ICD

Menurut WHO, kecanduan game atau gaming disorder adalah sebuah pola kebiasaan bermain game yang dilakukan secara berlebihan. Penyakit ini ditandai dengan hilangnya kontrol seseorang terhadap jadwal bermain game. Bahkan, memberikan prioritas yang lebih banyak untuk bermain game dibanding aktivitas lainnya.

Orang yang kecanduan game cenderung akan mati-matian melakukan berbagai cara untuk bermain. Seramnya, bahkan, mereka sudah tidak memedulikan konsekuensi negatif yang akan didapat. Misalnya, jadi kurang tidur ataupun kehilangan pekerjaan.

Lalu, bagaimana seseorang bisa digolongkan dalam orang yang kecanduan game? Sebenarnya, ini memerlukan waktu memantau dan diagnosis yang cukup lama. Pertama-tama, ahli medis harus mengecek kebiasaan main game orang tersebut. Lalu melihat hubungan antara main game dengan kewajiban orang itu.

Misalnya, apakah Anda sampai bolos bekerja hanya karena ingin meneruskan permainan game yang lagi seru? Nah, hal tersebut dilakukan selama beberapa kali dalam seminggu. Banyaknya intensitas dan perubahan perilaku juga menjadi tolak ukur dari diagnosis ini. Biasanya, memerlukan waktu 12 bulan untuk observasinya.

Dengan dimasukkannya kecanduan game dalam klasifikasi ICD, hal itu harusnya membuka mata orang-orang bahwa gangguan yang diakibatkan kecanduan game memang nyata. Batasi diri Anda dan bantu orang terdekat untuk bermain video game dan juga game di ponsel. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: