Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Gubsu: Keindahan Danau Toba Tak Dimiliki Negara Lain
Search
Rabu 22 Januari 2020
  • :
  • :

Gubsu: Keindahan Danau Toba Tak Dimiliki Negara Lain

Starberita – Parapat, Gubsu, Edy Rahamayadi membuka secara resmi perhelatan tahunan Festival Danau Toba (FDT) ke-7 tahun 2019 yang bertempat di Open Stage Parapat, Kab. Simalungun, Senin (9/12/2019).

Acara turut dihadiri Bupati Simalungun, JR Saragih, Walikota Pematang Siantar, Herfiansyah, Kadisbudpar Sumut, Ria Nofida Telaumbanua, Kapolres Simalungun, Dandim Simalungun, Ketua MPC PP Simalungun, Elkananda Shah, para Kadis Kab/kota, Tokoh masyarakat, tokoh agama dan undangan lainnya.

Edy memyampaikan, bahwa orang masih rancu membedakan mana festival dan mana pesta. Menurutnya, didalam festival sudah ada pesta, namun kalau pesta belum tentu ada festival. Ia pun mengatakan bahwa Danau yang begitu indah tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

“Danau Toba itu ada di Sumatera Utara, oleh karenanya banggalah menjadi warga sumut,” sebut Edy.

Lebih jauh dikatakannya bahwa ada 5 wilayah yang menjadi perioritas destinasi wisata di Indonesua saat ini. Dan dari kelima wilayah tersebut, yang menjadi super prioritas adalah Danau Toba.

“Makanya berbanggalah menjadi warga Sumut dan hendaklah FDT ini benar-benar menjadi festival,” tegas Edy.

Edy juga berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan di 8 Kabupaten/Kota yang ada disekitaran Danau Toba untuk tetap mejaga, mengawasi, dan bertanggung jawab agar Danau Toba tetap indah terlihat oleh wisatawan.

Sebelumnya, Kadisbudpar Sumut, Ria Telaumbanua yang juga Ketua Panitia FDT 2019 mengatakan bahwa festival tahun ini digelar lebih meriah. Dimana berbagai agenda acara yang menarik telah disiapkan pihak panitia.

“Salah satunya ialah pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak yang digelar untuk memeriahkan FDT di Parapat,” kata Ria.

Ria mengatakan bahwa dalam festival kali ini pihaknya mengusung tema ‘Inspiring Danau Toba’ yang bermakna, bagaimana seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat bisa bekerja sama, berinspirasi, membuat ide, buah pikiran, gerak hati, kreatifitas terhadap pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak, jelas Ria, ada banyak acara yang akan digelar untuk memeriahkan festival. Diantaranya, Lomba Ucok Butet, Koor Raksasa, Tari Kolosal Saoan, Tari Kolosal Multi Etnik, Pelepasan Balon dan Lampion, Hiburan Rakyat, Lomba Paduan Suara, Lomba Solubolon, Lomba Fotografi, Lomba Vokal Grup, Pameran UKM dan lainnya.

Bukan hanya kegiatan seni dan budaya saja, sambung Ria, ada juga lomba lari 10K yang pesertanya tidak hanya berasal dari dalam negeri. Hal ini tentu akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Toba pada saat FDT berlangsung.

“Dengan agenda-agenda FDT yang ada, kita harapkan wisatawan mancanegara meningkat jumlahnya, wisatawan domestik juga,” harapnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: