Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – ‘Bulang Sulappei’ Khas Simalungun Pecahkan Rekor MURI di FDT 2019
Search
Rabu 22 Januari 2020
  • :
  • :

‘Bulang Sulappei’ Khas Simalungun Pecahkan Rekor MURI di FDT 2019

Starberita – Parapat, Sebanyak 1.024 pelajar se-Kabupaten Simalungun yang memakai atau melipat ‘Bulang Sullapei’ berhasil memecahkan rekor MURI pada acara pembukaan Festival Danau Toba 2019 yang digelar pada di Open Stage Parapat, Kab. Simalungun, Senin (9/12/2019).

Pemecahan rekor MURI ini langsung disaksikan oleh Maneger MURI, Jusuf Ngadri dari Jakarta. Dihadapan Gubsu, Edy Rahmayadi dan Bupati Simalungun, JR Saragih, Jusuf menyampaikan pengakuan dan pencatatan rekor MURI atas pemasangan Bulang (ulos) Sulappei.

Kadisbudpar Sumut, Ria Telaumbanua menyambut baik atas diraihnya rekor MURI tersebut. Dikatakannya bahwa hal tersebut merupakan suatu kebanggan bagi Sumut. Dimana rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak yang diikuti oleh 1.024 orang, sehingga berhasil memecahkan rekor MURI.

“Hal yang sangat menarik adalah, disaat ribuan warga bergabung dengan para kaum millenial mengenakan ‘Bulang Sulappei’ yang merupakan ulos tenunan asli budaya Simalungun,” kata Ria.

Menurut sejarahnya, sambung Ria, Bulang Sulappei saat ini sudah semakin langka dan jarang dikenakan. Hal itu dikarenakan masyarakat Simalungun lebih sering memakai Ulos Pamotting, Hio, dan Bulang.

“Nah ulos sulappei adalah ulos yang dikenakan kaum perempuan dibagian kepala dan dipergunakan sehari-harinya disaat beraktifitasnya,” ucapnya seraya menjelaskan bahwa ‘Bulang Sulappei’ merupakan penutup kepala perempuan suku Simalungun yang kerap dipakai pada pesta adat.

Ria pun menceritakan bahwa kisah lainnya dibalik ‘Bulang Sulappei’ ini adalah sebagai lambang bagi setiap wanita yang telah menikah secara khusus bagi ibu rumahtangga yang akan menghidangkan makanan, sehingga terhindar dari uraian rambut dan tidak jatuh ke dalam makanan.

“Jadi Bulang Sulappei adalah suatu kebesaran dan menjadi kebanggaan tersendiri. Namun pada era millenial sekarang ini, pemakaian bulang secara khusus bagi Wanita Simalungun semakin terkikis. Maka dari itu, melalui FDT ini ‘Bulang Sulappei’ akan semakin terkenal dan silahkan dikenanakan oleh kaum perempuan. Dan pasti kesannya lebih cantik,” ungkap Ria. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: