Search
Senin 6 April 2020
  • :
  • :

Lestarikan Budaya Simalungun, FDT 2019 Akan Kembali Pecahkan Rekor MURI

Starberita – Medan, Festival Danau Toba (FDT) tahun ini akan digelar lebih meriah. Berbagai agenda acara yang menarik pun telah disiapkan.

Salah satunya ialah pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak yang akan digelar untuk memeriahkan FDT yang sedianya akan dilaksanakan di pinggiran Danau Toba, Parapat, Kab. Simalungun pada 9-12 Desember 2019 mendatang.

Bulang Sulappei adalah tudung kepala perempuan yang terbuat dari kain tenun Simalungun. Ditargetkan akan ada 1.000 orang yang akan terlibat dalam pemecahan rekor MURI tersebut, temasuk para wisatawan.

“Tidak hanya sekadar dipakai, pada saat bersamaan juga ada atraksi seni melipat kain Bulang Sulappei,” sebut Kadisbudpar Sumut, Ria Telaumbanua dalam konferensi pers Pelaksanaan FDT 2019, di Ruang Pers Kantor Gubsu, Kamis (5/12/2019).

Pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei, jelas Ria, dipilih dalam rangkaian FDT karena kain tenun asal Simalungun ini sudah jarang digunakan, bahkan sudah hampir punah. Hal tersebut menjadi alasan pihak Disbudpar Sumut menjadikannya sebagai salah satu kegiatan dalam FDT 2019 guna melestarikan budaya asli Simalungun tersebut.

“Jadi FDT ini juga tujuannya menunjukan budaya asli daerah, jadi ini yang bisa dilakukan masyarakat atau wisatawan untuk mengenal kebudayaan Simalungun,” kata Ria yang didampingi Ketua Panitia FDT 2019, Rismaria Hutabarat, dan Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, M. Ikhsan.

Selain pemecahan rekor MURI pemakaian Bulang Sulappei terbanyak, sambungnya, ada banyak acara yang akan digelar untuk memeriahkan festival. Diantaranya, Lomba Ucok Butet, Koor Raksasa, Tari Kolosal Saoan, Tari Kolosal Multi Etnik, Pelepasan Balon dan Lampion, Hiburan Rakyat, Lomba Paduan Suara, Lomba Solubolon, Lomba Fotografi, Lomba Vokal Grup, Pameran UKM dan lainnya.

Tidak hanya kegiatan seni dan budaya saja. Ada juga lomba lari 10K yang pesertanya tidak hanya berasal dari dalam negeri. Hal ini tentu akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Toba pada saat FDT berlangsung.

“Dari agenda-agenda FDT yang ada, kita harapkan wisatawan mancanegara meningkat jumlahnya, wisatawan domestik juga diharapkan banyak jumlahnya,” ujar Ria.

Menurut Ria, dalam FDT 2019 pihaknya mengusung tema ‘Inspiring Danau Toba’ yang bermakna, bagaimana agar seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat bisa bekerja sama, berinspirasi, membuat ide, buah pikiran, gerak hati, kreatifitas terhadap pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Serta kesiapan semua pihak bahwa pada September tahun 2020 nanti, di Jeju Korea Selatan kita akan menerima sertifikat UNESCO Global Geopark. Dan kedepannya Danau Toba akan menjadi destinasi Pariwisata bertaraf Internasional berbasis Geopark,” paparnya.

Ria pun menjelaskan bahwa pelaksanaan FDT 2019 yang diselenggarakan oleh Disbudpar Sumut ini bekerja sama dengan pihak lainnya. Seperti Kementerian Pariwisata RI, Badan Otorita Danau Toba, 8 Kabupaten di kawasan Danau Toba, serta para stakeholder pariwisata dan budaya.

Festival dengan berbagai aktivitas dan diselenggarakan di beberapa lokasi baik di Open Stage, Pantai Bebas dan Convention Hall Pora-pora, bahkan di Kabupaten lainnya. Dan direncanakan, pembukaan FDT 2019 akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI, 8 Bupati sekawasan Danau Toba, Forkopimda, Anggota DPR RI/DPRD, Organisasi Perangkat Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat baik dari Provinsi Sumut dan Kabupaten se kawasan Danau Toba, dan peserta dari provinsi lainnya, dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: