Search
Rabu 12 Agustus 2020
  • :
  • :

Pemprovsu Pastikan Kelangsungan Hidup Mildah dan Kelima Anaknya

Starberita – Deliserdang, Mildah Situmorang (45), yang hidup terlantar di Malaysia bersama ke-5 anaknya, berhasil dipulangkan oleh Tim Pemprovsu yang ditugaskan Gubsu, Edy Rahmayadi.

Bersama Tim Pemprovsu, Mildah dan anak-anaknya, telah tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Selasa (3/12/2019) malam. Mereka disambut petugas dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sumut, petugas imigrasi, mewakili Pemkab Tebingtinggi dan Serdangbedagai, Kepala Disdukcapil Sumut, Ismael P Sinaga, dan Kepala Dinas Sosial Sumut, Rajali.

Sekdaprovsu, R. Sabrina selaku pemimpin tim pemulangan bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut, Nurlela serta Kepala Bagian Humas Setdaprovsu M Ikhsan menceritakan kronologi pemulangan serta kondisi Mildah. Kata Sabrina, Mildah masih mengalami kebingungan yang menyebabkan sulit untuk menggali informasi.

“Alhamdulillah, kita telah berhasil membawa pulang saudara kita Mildah Situmorang dan kelima anaknya. Semua dalam kondisi sehat, hanya saja Mildah mungkin butuh waktu untuk bisa merincikan apa yang dialami selama di Kuching, Malaysia,” ujar Sabrina.

Untuk proses pemulangan berlangsung lancar. Pemprov Sumut dibantu KJRI Kuching, Malaysia, mulai dari mempersiapkan kelengkapan dokumen, membuatkan dokumen perjalanan berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), hingga melepas kepulangan. Tim membawa pulang via darat dari Kuching ke Pontianak, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan pesawat ke Sumut.

“Sudah tiba disini, sekarang yang perlu kita pikirkan bersama adalah kelangsungan hidup saudara kita ini selanjutnya. Karena katanya, dia tidak punya siapa-siapa di Medan ini. Jadi kita semua di sini akan terus berkoordinasi untuk memastikan kelangsungan hidup mereka, jangan pulak kita bawa pulang setelah itu dibiarkan,” tutur Sabrina.

Hasil diskusi dan pembicaraan menyimpulkan untuk sementara Mildah Situmorang dan anaknya akan tinggal di Shelter milik BP3TKI di Medan, kemudian Dinsos akan memfasilitasi penyediaan psikolog untuk Mildah, tim dari Disdukcapil juga akan didatangkan untuk melakukan perekaman data untuk Mildah dan anak-anaknya, kemudin Pemkab Tebingtinggi akan mencari tahu keluarga Mildah yang mengaku pernah tinggal dan menempuh pendidikan di Tebingtinggi.

“Untuk sekolah anak-anaknya juga akan kita pikirkan. Tetapi kalau menurut Mildah, anak-anaknya diharapkan disekolahkan di pesantren. Nanti mungkin kita carikan yayasan piatu juga, karena memang ayah mereka sudah meninggal dan ibunya tidak punya pekerjaan, anak lima. Masih kita pikirkan dulu, mereka tenang dulu di shelter dan selanjutnya kita proses,” jelas Sabrina.

Kepala Disdukcapil Sumut, Ismael P. Sinaga menambahkan bahwa pihaknya akan membawa tim ke Shelter untuk melengkapi dokumen kependudukan Mildah dan anak. Selain kepemilikan identitas merupakan hak mereka, dengan kepemilikan identitas juga akan memudahkan mereka memperoleh akses pelayanan publik, untuk kesehatan, sekolah, dan lainnya

“Jadi disini, saya juga membawa Disdukcapil Tebingtinggi dan Disdukcapil Serdangbedagai. Karena menurut cerita yang kami dengar, tempat ia pernah tinggal dulu itu berada di sekitar perbatasan antara Tebingtinggi dan Sergai. Jadi, kedua pihak Pemda mencari tahu nanti,” katanya.

Diketahui, Mildah Situmorang (45) dan lima orang anaknya, yakni Diana (9), Akbar (6), Murni (5), Linda (4) dan Puteri (2) sempat terlantar di hutan Batu Sembilan, Bintulu, Malaysia, sebelum dievakuasi staf KJRI Kuching dari tempat penampungan sementara di Bintulu. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: