Search
Rabu 12 Agustus 2020
  • :
  • :

DPRDSU Kesalkan Ketiadaan Dukungan PLN Atas Pengembangan Objek Wisata Tani

Starberita – Medan, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara, Dimas Tri Adji
menyayangkan sikap Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Cabang Perbauangan yang belum juga memberikan fasilitas listrik secara permanen di kawasan Wisata Tani Desa Melati II Kecamatan Perbauangan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Padahal, katanya, Desa Wisata Tani tersebut telah menjadi objek wisata yang akan mempu menarik pengunjung, baik dari dalam maupun luar provinsi.
“Akibat ketiadaan listrik PLN, lokasi wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Madani pengembangannya terkendala, para pengelola terpaksa harus memakai genset yang kapasitasnya terbatas,” katanya di Medan, Kamis (5/12/3019).
Dimas yang juga Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut tersebut juga menjelaskan, sebagai areal wisata dari Kemeterian Desa (Kemendes) RI tahun 2019, sudah selayaknya semua pihak mendukung. Karena, Kemendes melakukannya guna pengembangan ekonomi lokal dan inkubasi inofasi daerah.
“Jadi seharusnya pihak PLN, khususnya cabang perbaungan dapat menyikapi kebutuhan listrik dikawasan itu dengan cepat, karena kebutuhannya sangat vital sekali. Pihak PLN seharusnya sudah dapat memancang tiang beton listrik masuk ke wisata tani,”sebutnya usai memimpin rapat dengar pendapat dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumut.
Sebelumnya, warga pernah menjelaskan bahwa mereka telah mendatangi kantor PLN di Perbaungan. Dalam keterangannya, pihak PLN mengatakan bahwa pemasangan tiang listrik dapat dilakukan jika memenuhi syarat, salahsatunya rumah yang akan dipasang listrik.
“Seharusnya pihak PLN tidak seperti itu, tetapi melihat urgensinya, bahwa objek wisata itu adalah program dari kementerian,” ungkapnya.
Ia juga berjanji, atas keterangan itu, dirinyapun akan mengajak kepala desa (Kades) mendatingi PLN Rayon Perbaungan. Untuk mempertanyakan persoalan yang masih jadi pertanyaan warga. Karena, tidak dipungkiri juga, kawasan Wisata Tani tersebut,  telah dijadikan lokasi pameran pertanian dan perikanan se Sumatera Utara.
“Baru baru ini ada event yang dilakukan gubernur di kawansan tersebut yaitu pertemuan Kelompok Tani dan Nelayan atau KTNA dari 33 kabupaten/kota di Sumut. Tentunya itu bentuk dukungan pemerintah akan program pengembangan objek wisata di areal tersebut,” ucapnya.
Bagi warga, untuk menandai Wisata Tani benar-benar merupakan objek wisata, disana sudah terdapat homestay sekitar 30 unit. Milik warga Desa Melati II yang dipimpin Kepala Desa, Supardi. Berbagai pengembangan sudah direncanakan dilakukan ke depan oleh warga.
Misalnya, homestay, kelak akan disesuaikan dengan standard yang diterapkan hotel-hotel konvensional dalam hal penerimaan para tamu atau pengunjung. Ada resepsionis, welcome drink dan lainnya.
Bahkan, belum lama ini tim panitia festival pariwisata tahun 2021 yang berjumlah tiga orang (dari Korea) juga berkunjung. Dari situ diharapkan para peserta yang kelak mengikuti festival singgah ke Wisata Tani walau sejenak sebelum berangkat menuju kota Parapat.
“Sayangnya aktivitas di Wisata Tani hanya bisa dilakukan sampai jam 6 sore, sesudah itu kosong, tak ada listrik menerangi,” ujar Dimas.
Kendati sesungguhnya ada dana desa yang dapat dipergunakan, sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (2/12/2019), Dimas tetap akan meminta PLN Sumut memasang aliran listrik di Wisata Tani. Agar dana desa digunakan untuk kebutuhan masyarakat. (sbc-03)



Tinggalkan Balasan

error: