Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Moms, Yuk Kenali Tanda-Tanda & Gejala Herpes pada Bayi
Search
Minggu 19 Januari 2020
  • :
  • :

Moms, Yuk Kenali Tanda-Tanda & Gejala Herpes pada Bayi

Starberita – Jakarta, Bayi baru lahir memang lebih mudah terserang penyakit karena sistem imun yang belum sempurna. Salah satu penyakit yang sering muncul adalah herpes. Saat dialami bayi, penyakit ini bisa membahayakan bila tidak ditangani dengan baik. Untuk itu, Anda perlu tahu beberapa gejalanya agar segera ditangani.

Herpes pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Virus ini bisa menjangkit bayi sejak dalam kandungan. Apalagi sang ibu terkena penyakit herpes saat trimester pertama atau kedua kehamilan.

Selain itu, herpes pada bayi juga bisa terjadi akibat ibu yang mengalami penyakit tersebut di trimester tiga kehamilan dan melahirkan secara normal.

Tanda dan gejala herpes pada bayi

Supaya tidak menimbulkan komplikasi yang bisa mengancam keselamatan, berikut adalah tanda dan gejala herpes pada bayi yang perlu segera ditindaklanjuti.

·         Luka melepuh pada mulut

Luka melepuh pada mulut alias cold sores adalah gejala herpes pada bayi yang paling umum ditemukan. Selain di mulut, lepuhan ini juga bisa muncul di hidung, pipi atau dagu.

Cold sores akan menghilang seiring waktu, lalu diikuti dengan kemunculan kerak pada kulit dalam satu atau dua minggu.

·         Demam

Demam pada bayi yang mengalami herpes biasanya terjadi setelah masa inkubasi virus, yaitu satu minggu.

·         Rewel

Herpes bisa membuat bayi rewel dan tidak mau menyusu, karena ia merasa ada sesuatu dalam tubuhnya yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

·         Ruam berisi cairan

Ruam pada kulit bayi dapat terjadi karena berbagai faktor. Jika ruam yang muncul berbentuk bintik-bintik kecil berisi air, mungkin ini adalah gejala herpes.

·         Gusi bengkak 

Gusi bengkak dan menetesnya air liur secara tidak wajar juga menjadi satu gejala herpes pada bayi.

·         Pembesaran kelenjar getah bening

Membesarnya kelenjar getah bening dapat menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi.

·         Sulit bernapas hingga membiru

Sulit bernapas hingga bibir terlihat biru menandakan bahwa telah terjadi infeksi serius pada bayi. Segera cari bantuan medis jika hal ini terjadi.

·         Kejang 

Kejang, penurunan kesadaran hingga peradangan pada otak adalah tanda bahwa bayi terkena infeksi virus herpes secara sistemik.

Pengobatan herpes pada bayi

Penyakit herpes pada bayi ini tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Ini karena virus herpes yang telah masuk ke dalam tubuh tidak dapat benar-benar dimusnahkan. Meski demikian, herpes pada bayi bisa dikendalikan agar virusnya tidak menyebar dan gejala tidak melulu kambuh.

Salah satu pengobatan herpes pada bayi adalah mendapatkan obat antivirus dari dokter. Obat ini biasanya diberikan dalam bentuk suntikan.

Tidak cukup dengan itu, bayi juga perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup agar virus herpes tidak makin ganas dan menyebar di dalam tubuh. Terkait hal ini, bayi perlu diberikan ASI eksklusif ketika enam bulan pertama kehidupannya.

Setelah berusia enam bulan atau lebih, menu pendamping ASI (MPASI) dengan proporsi seimbang dan tepat mesti diberikan. Ini bertujuan agar kebutuhan gizi bayi terus terpenuhi, sehingga sistem kekebalan tubuhnya semakin optimal.

Tidak kalah penting, bayi juga sebaiknya diberikan sarung tangan yang nyaman. Ini supaya ruam berisi cairan akibat herpes yang muncul di tubuhnya tidak tergaruk dan akhirnya pecah meninggalkan bekas.

Cara atasi herpes pada bayi

Nah, sebagai langkah untuk mencegah virus herpes pada bayi kambuh. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan,

  • Anda harus mejaga kesehatan satu keluarga, terutama yang sering berinteraksi dengan bayi. Hal ini tidak hanya berguna untuk mencegah paparan virus herpes, tetapi juga berbagai macam kuman yang berbahaya bagi si Kecil.
  • Jangan biarkan bayi dicium ataupun disentuh sembarang orang. Pastikan orang tersebut tidak dalam keadaan sakit atau sudah bersih.
  • Pastikan semua barang yang dipegang atau dimainkan oleh si Kecil dalam keadaan steril atau bersih dari kuman.
  • Selalu bersihkan tangan bayi secara teratur.
  • Jaga pola tidur bayi agar tetap berkualitas.
  • Penuhi kebutuhan gizi bayi setiap hari.
  • Jangan biarkan bayi berbagi barang yang bersifat pribadi dengan orang lain. Barang yang dimaksud. Misalnya, sikat gigi, sendok, garpu dan sejenisnya.

Anda jangan panik ketika si Kecil menunjukkan adanya gejala herpes di tubuhnya. Bila bayi menunjukkan tanda-tanda yang sudah disebutkan sebelumnya, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Jangan sampai terlambat hingga si kecil mengalami komplikasi kesehatan yang serius. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: