Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – GEMPI Pertemukan 3 Kubu Peradi Dalam Satu forum
Search
Selasa 10 Desember 2019
  • :
  • :

GEMPI Pertemukan 3 Kubu Peradi Dalam Satu forum

Starberita – Medan, Merasa gerah dengan perpecahan yang terjadi di tubuh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), akhirnya Gerakan Muda PERADI (GEMPI) membuat FGD dengan tema ‘PERADI, Guyub & Rukun Kembali’ di Aston City Hall Hotel, Senin (2/12/2019).

Dalam FGD tersebut, GEMPI pun mengundang para tokoh advokat PERADI yang berasal dari 3 kubu perpecahan PERADI, yakni kubu Fauzi Hasibuan, kubu Juniver Girsang, dan kubu Luhut Pangaribuan. Dimana untuk kubu Fauzi hadir Charles J. N. SILALAHI, SH, MH, kemudian di kubu Juniver hadir Dr. Japansen Sinaga, SH, M.Hum, dan untuk kubu Luhut hadir MR. Banuara Sianipar, SH, MH, CPHR. Ketiganya di dudukan bersama 2 tokoh PERADI lainnya, yakni Yudhi Wibhisana, SH dan A. Bona P. Sitanggang sebagai narasumber dalam FGD yang dilakukan dengan di moderator oleh Recci Murinanda, SH MH.

Dalam FGD tersebut, Recci pun bertanya kepada seluruh narasumber yang hadir tentang bagaimana cara menyatukan kembali PERADI.
Mengawali jawaban dari moderator, Charles J. N Silalahi mengatakan bahwa kesalahan awal terbesar dengan terbentuknya PERADI adalah dengan tidak dibubarkan 8 organisasi advokat lainnya yang ada di Indonesia, yakni Ikadin, AAI, IPHI, HKPM, HAPI, SPI, AKHI, APSI.

“Inilah kesalahan terbesar saat terbentuknya PERADI. Kenapa saya katakan demikian, karena ketika organisasi kita lebih tinggi dari organisasi  orang lain, tanpa kita sadari kita telah memijak mereka. Akibatnya, mereka pun berdoa agar organisasi kita ini pecah bahkan mungkin hancur,” terang Charles.

Lebih lanjut Charles juga mengatakan bahwa hingga saat ini advokat di Indonesia tidak memiliki kiblat sebagai patokannya. Misalnya seperti kejaksaan yang berkiblat pada Gedung Bundar Kejagung, ataupun Kepolisian yang berkiblat kepada Mabes Polri.

“Tapi para advokat ini, apa ada kiblat kita? Tidak. Sebab cuma officium nobile yang menjadi patokan kita. Namun ini tidak bisa menjadi arah kiblat kita. Karena dalam menjalani profesi kita ini, kita bertujuan untuk menegakkan hukum dan keadilan dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya seraya mengatakan bahwa dirinya berkeinginan agar bisa berdirinya Gedung PERADI Nasional yang disebut ‘Oktagon’Building’ sebagai kiblat dari para advokat yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Charles pun berharap agar para muda-mudi yang ada di PERADI, khususnya GEMPI agar kedepannya bisa memberi perubahan dalam tubuh PERADI. “Saya pesankan kepada yang muda, jika kedepan kalian punya pengaruh dalam profesi ini, tolong besarkan organisasi kita ini. Tetapi kalau kalian tidak bisa membesarkannya, tolong jangan hancurkan organisasi ini. Sebab jika organisasi ini hancur, maka hancurlah kita semua. Karena organisasi ini yang telah membesarkan kita semua,” pesannya.

Kemudian Dr. Japansen Sinaga, SH, M.Hum menambahkan, dari 8 organisasi advokat yang ada sebelum terbentuknya PERADI, semuanya menginkan satu organisasi yang sifatnya adalah single bar (satu kesatuan) dari seluruh organisasi yang ada. Sehingga dengan demikian, kata Japansen, ketika ditanya bagaimana cara untuk menyatukan PERADI saat ini jawabannya ialah harus ada kelegowoan dari semua pihak.

“Bukan suatu hal yang tidak mungkin untuk menyatukan PERADI ini. Namun, untuk bisa PERADI ini kembali bersatu seperti sediakala, maka kita semua dan dari pihak manapun harus bisa sama-sama legowo,” sebutnya.

Sementara itu, MR. Banuara Sianipar, SH, MH, CPHR mengatakan untuk bisa menyatukan kembali PERADI ini adalah dengan cara melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) bersama. Sehingga dari Munas yang dilakukan memiliki satu suara bersama dan menghasilkan rekonsiliasi PERADI.

“Dengan adanya rekonsiliasi ini, maka ini yang menjadi dasar untuk bersatunya PERADI ini. Karena rekonsiliasi ini merupakan hasil dari Munas yang dilakukan bersama,” singkat Banuara seraya menegaskan bahwa dirinya juga bersedia mundur sebagai Ketua PERADI kubu Luhut apabila hal tersebut menjadi salah satu syarat bersatunya kembali PERADI.

Dan sebagai rangkuman dari FGD yang dilakukan, Recci Murinanda mengatakan bahwa semua anggota PERADI dari kubu manapun menginginkan agar PERADI dapat kembali bersatu seperti sedia kala saat terbentuknya. Dimana keinginan tersebut bertujuan untuk dapat membesarkan organisasi yang memiliki satu visi dan tujuan tanpa ada kubu-kubu di tubuh PERADI.

“Kesimpulan yang dapat saya rangkum ialah, kita semua menginginkan agar kedepannya PERADI ini bisa kembali bersatu,” pungkas Recci.

Usai pelaksanaan FGD, Presiden GEMPI, Mario Palayukan SH yang ditemui menyatakan bahwa Medan menjadi tempat awal GEMPI untuk menyatukan PERADI.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal kita untuk menyatukan kembali PERADI. Dan semoga kedepan PERADI benar-benar bisa bersatu kembali,” harap Mario.

Turut hadir dalam FGD tersebut Koordinator Wilayah GEMPI Sumut, Satria Braja Hariandja SH MH, serta para anggota PERADI lainnya yang berasal dari masing-masing kubu yang ada. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: