Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Jangan Sepelekan Mata Kering, Bisa Jadi Tanda Kena Lupus
Search
Selasa 10 Desember 2019
  • :
  • :

Jangan Sepelekan Mata Kering, Bisa Jadi Tanda Kena Lupus

Starberita – Jakarta, Kasus mata kering ternyata cukup banyak dialami masyarakat Indonesia. Sayangnya banyak masyarakat yang tidak menyadari mengalami mata kering. Padahal jika dibiarkan kondisi ini bisa bersifat kronis dan menurunkan produktivitas kerja.

Mata kering disebabkan oleh ketidakmampuan air mata dalam melumasi mata secara maksimal. Jika kondisi ini terjadi secara berulang-ulang maka akan bersifat kronis yang disebut dengan sindroma.

Dokter Spesialis Mata, dr. Iva Yulia Sp.M. mengatakan prevalensi mata kering yang dialami orang indonesia mencapai 5-50 persen. Sayangnya tidak banyak orang menyadari dan segera mengobatinya.

“Masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa mengalami mata kering, padahal kondisi ini akan membuat tidak nyaman. Jika dibiarkan mata kering bisa menurunkan produktivitas kerja,” terang dr. Iva.

Lebih lanjut dr. Iva mengatakan mata kering bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal.

Salah satunya adalah menatap layar komputer atau gadget terlalu lama. Hal ini dapat menyebabkan mata menjadi lelah dan berujung pada kekeringan.

“Terlalu lama menatap layar gadget membuat kelopak mata jarang berkedip sehingga menyebabkan kering. Paparan AC dan angin secara langsung, merokok, masalah pada kelopak mata, serta kurangnya produksi air mata pada usia tua menjadi penyebabnya,” lanjutnya.

Tak hanya itu dr. Iva juga mengatakan bahwa orang-orang dengan penyakit lupus rata-rata mengalami mata kering. Lupus sendiri, adalah salah satu masalah autoimun.

Penyakit ini merupakan penyakit autoimun kronik yang dapat menyerang berbagai organ, mulai dari sendi, kulit, dan sel darah, ginjal, hingga saraf.

Menurut penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, penyakit autoimun ini merupakan penyakit di mana sel kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: