Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Seperti Apa Pola Makan Sehat untuk Penderita Penyakit Autoimun?
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Seperti Apa Pola Makan Sehat untuk Penderita Penyakit Autoimun?

Starberita – Jakarta, Penyakit autoimun merupakan sebuah kondisi kesehatan ketika sistem daya tahan tubuh menyerang sel, jaringan, atau organ tubuh diri sendiri. Kondisi ini tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, mengatur pola makan sehat untuk penderita penyakit autoimun dapat dilakukan untuk mengurangi gejala dan kekambuhan.

Adapun beberapa jenis penyakit autoimun yang cukup sering ditemui adalah lupus eritematosus sistemik (SLE), diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis (RA), psoriasis, penyakit celiac, inflammatory bowel disease (IBD), dan multiple sclerosis.

Tak sedikit mereka yang terdiagnosis penyakit autoimun merasa patah semangat untuk sembuh. Selain karena belum dapat disembuhkan secara total, pemberian obat-obatan pada penderita hanya bersifat membantu mengurangi gejala.

Meski begitu, para penderita autoimun jangan menyerah dulu. Dengan mengatur pola makan, penyakit autoimun yang Anda alami bisa diturunkan faktor risikonya dan bisa dikurangi gejalanya.

Makanan sehat untuk penderita autoimun

Menurut dr Sepriani Timurtini Limbong, menentukan makanan sehat dan aman untuk penderita autoimun sebenarnya tergantung pada jenis penyakit autoimun yang diidap. Misalnya, apabila Anda menderita penyakit celiac, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bebas dari gluten.

Gluten adalah kandungan protein yang ditemukan pada makanan terutama pada gandum, gandum hitam, barley, maupun makanan lainnya yang sudah diolah, seperti roti dan piza.

“Saat penderita celiac mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem daya tahan tubuhnya akan menyerang usus halus,” ujar dr. Sepriani.

Lalu, jika Anda terdiagnosis mengidap lupus, psoriasis, dan IBD, maka diet AIP atau autoimmune protocol bisa jadi pilihan yang paling tepat untuk Anda.

“Jika Anda sedang menjalankan program diet AIP, makanan yang boleh dikonsumsi adalah daging dan ikan yang masih fresh (langsung dari alam bukan olahan), ubi manis, susu, air kelapa, alpukat, teh, minyak kelapa dan cuka apel,” jelas dr. Sepriani.

Jika Anda ingin mengonsumsi sayuran, hindari sayuran yang berasal dari keluarga nightshades atau Solanaceae yang dapat memperburuk kondisi penyakit. Misalnya, tomat, terong, paprika, dan kentang. Buah-buahan boleh dikonsumsi asalkan jumlahnya tidak terlalu banyak.

Makanan fermentasi dari produk susu juga harus dihindari. Sebagai pengganti, Anda bisa memilih kombucha, kefir, atau kimchi.

Pola hidup sehat penderita autoimun

Selain mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan bergizi seimbang, aktif melakukan aktivitas fisik seperti olahraga juga penting dilakukan. Olahraga bisa membantu mengurangi kelelahan atau nyeri dalam jangka waktu lama akibat penyakit autoimun yang Anda derita.

Selain itu, olahraga juga bisa membantu menenangkan pikiran, yang bisa menghindarkan Anda dari stres akibat penyakit yang diderita. Meski begitu, menurut dr. Sepriani, olahraga yang dilakukan oleh penderita autoimun juga tidak bisa dilakukan terlalu berat.

“Mulailah dengan olahraga yang buat hati jadi senang dan tenang, seperti yoga dan meditasi. Atau jika Anda suka menari, Anda bisa olahraga zumba atau mengikuti kelas aerobik. Olahraga yang menyenangkan bisa menghasilkan hormon endorfin yang nantinya akan berperan baik pada sistem imun tubuh yang dapat menjaga keseimbangan imunitas,” kata dr. Sepriani.

Namun begitu, Anda sebaiknya tetap mengonsultasikan pada dokter mengenai olahraga apa yang ingin dilakukan. Dokter akan mempertimbangkan olahraga apa yang aman sesuai dengan kondisi Anda.

Menjaga pola makanan sehat untuk penyakit autoimun memang harus dilakukan. Akan tetapi, pola seperti apa yang harus dijalani tergantung pada penyakit autoimun yang dialami. Konsultasikan pada dokter Anda untuk membantu mengatur pola hidup lebih sehat. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: