Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Guys, Penyebab PPOK Ini Tak Boleh Anda Abaikan!
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Guys, Penyebab PPOK Ini Tak Boleh Anda Abaikan!

Starberita – Jakarta, Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah jenis penyakit paru yang tidak dapat disembuhkan, bahkan bisa menyebabkan hilangnya nyawa. Di Indonesia, 1 dari 10 orang dewasa mengalami PPOK. Meski bisa membahayakan, tetapi mengenali apa saja penyebab PPOK bisa melindungi diri Anda dan orang-orang tercinta dari penyakit ini.

Mengenal PPOK lebih jauh

Dalam rangka memperingati Hari PPOK Sedunia setiap tanggal 20 November, mari bersama-sama tingkatkan pengetahuan akan penyakit ini.

PPOK adalah penyakit paru kronis yang ditandai dengan penyempitan saluran napas, yang semakin lama semakin parah. Penyempitan tersebut terjadi akibat peradangan di saluran pernapasan.

Awalnya, penyempitan saluran napas yang terjadi pada PPOK tidak menimbulkan gejala apa pun. Lama-kelamaan, lendir menumpuk di saluran napas sehingga menimbulkan gejala batuk-batuk.

Lebih lanjut, penderita PPOK akan sering mengalami keluhan sesak napas disertai batuk berdahak yang berat. Tak hanya gejala di saluran pernapasan, penderita PPOK umumnya sering merasa lesu, lemas, dan mudah lelah.

Selain gejalanya yang berat, PPOK juga bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai organ. Salah satu komplikasi yang serius adalah gagal jantung. Apabila sampai terjadi gagal jantung, penderita PPOK akan mengalami bengkak di tungkai kaki dan penumpukan cairan di perut dan organ-organ dalam.

Komplikasi lainnya adalah kanker paru. Penderita PPOK memiliki risiko tinggi mengalami kanker paru. Umumnya, saat penderita PPOK terdiagnosis kanker paru, kanker tersebut sudah dalam stadium lanjut.

Perlu Anda ingat, PPOK tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan tujuannya adalah untuk meredakan gejala dan memperlambat progresivitas penyakit. Meskipun demikian, PPOK bisa sepenuhnya dicegah apabila Anda tidak terpapar dengan penyebabnya.

Penyebab PPOK

Penyebab utama PPOK adalah asap rokok. Jadi, semua orang yang sering terpapar asap rokok rentan mengalami PPOK. Bukan hanya perokok aktif saja, perokok pasif dan mantan perokok juga bisa mengalami penyakit ini.

Asap rokok menjadi penyebab PPOK karena ribuan senyawa kimia yang ada di dalam asap rokok memicu peradangan kronis di saluran pernapasan. Studi menemukan bahwa asap rokok bertanggung jawab sebagai penyebab 80 persen kasus PPOK secara global.

Selain asap rokok, penyebab lainnya adalah paparan polusi udara di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja. Jika tingkat polusi tergolong tinggi dan terjadi terus-menerus, zat kimia yang ada dalam polusi udara tersebut dapat memicu peradangan dan penyempitan saluran pernapasan.

Jadi bisa disimpulkan, kunci penting untuk mencegah PPOK adalah dengan menghindari asap rokok (tidak merokok, segera berhenti merokok, dan jauhi paparan asapnya) dan polusi udara. Bukan hanya diri Anda, Anda juga perlu memotivasi orang-orang tercinta agar untuk melakukan hal yang sama.

Apakah perokok aktif bisakah terhindar dari PPOK?

Satu-satunya cara agar perokok aktif terhindar dari PPOK adalah berhenti merokok sesegera mungkin. Dengan menghentikannya, risiko mengalami PPOK akan berkurang. Kadang berhenti merokok bisa dirasakan sulit. Namun, bulatkan tekad, cari dukungan dan bantuan, dan ingat bahwa tujuan akhirnya adalah demi mendapatkan kesehatan tubuh yang lebih baik.

Langkah-langkah yang bisa membantu perokok aktif untuk berhenti merokok antara lain:

  • Tetapkan satu tanggal untuk mulai berhenti merokok. Sebagian orang merasa lebih termotivasi berhenti merokok saat memilih tanggal istimewa untuk memulainya, misalnya tanggal ulang tahun atau anniversary.
  • Jangan ragu minta bantuan dokter agar mendapat penanganan dan obat-obatan yang tepat. Langkah ini dapat membuat Anda nyaman selama program berhenti merokok  dilakukan.
  • Beri tahu orang-orang di sekitar agar Anda mendapatkan dukungan yang diperlukan.
  • Jika keinginan merokok mulai timbul, alihkan pikiran dengan melakukan hal lain, misalnya minum air putih, makan buah, menghirup udara segar, dan sebagainya.
  • Buang semua hal yang bisa mengingatkan Anda pada rokok, misalnya asbak kesayangan.

Memperingati Hari PPOK Sedunia, mari bersama-sama berusaha untuk menghentikan terjadinya penyakit berbahaya ini. Gejala dan dampak dari PPOK bisa dibilang sangat mengerikan. Namun, dengan menghindari paparan asap rokok, polusi, sekaligus menerapkan pola hidup sehat, Anda dan orang-orang tercinta bisa terbebas dari jerat PPOK. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: