Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Kini Intai Usia Muda, Waspadai Gejala Penyakit Jantung!
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Kini Intai Usia Muda, Waspadai Gejala Penyakit Jantung!

Starberita – Jakarta, Anak generasi 90-an pasti tak asing dengan sosok Cecep Reza alias Bombom, yang berperan dalam sinetron “Bidadari”. Dia meninggal dunia karena penyakit jantung, publik pun ikut bersedih.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Cecep Reza masih sempat pasang ring jantung. Bahkan semalam, dia masih menjadi fotografer Vanessa Angel dengan aktivitas biasa.

Vanessa Angel unggah langsung kebersamaannya dengan Cecep Reza saat melakukan pemotretan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Berbusana serba hitam, mereka masih nampak ceria.

Di Instagram Story mendiang Cecep Reza juga masih mendengarkan lagu Eatside (with Halsey & Khalid) lewat suatu aplikasi musik. Kalau mengingat perannya dulu menjadi Bombom, sebagai penggemarnya pasti Anda langsung bersedih.

Meninggalnya Cecep Reza karena penyakit jantung memang harus membuat kaum muda waspada. Faktor gaya hidup yang buruk jelas mempengaruhi kondisi kesehatan, termasuk ancaman penyakit jantung.

Hingga kini penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penyakit jantung juga menyedot beban biaya terbesar. Tak pandang usia, siapa saja bisa terkena penyakit jantung.

Ada banyak jenis penyakit jantung koroner yang mengintai kaum muda. Salah satunya penyakit jantung koroner. Dijelaskan Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular dr Hardjo Prawira, SpPD, KKV, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan pembuluh darah jantung terganggu. Selain itu dapat juga kekurangan oksigen ke otot jantung.

“Biasanya disebabkan karena penumpukan lemak, sehingga menyumbat darah ke jantung. Lama-lama pasien juga mendadak alami serangan jantung,” kata Dokter Hardjo saat dihubungi Okezone.

Gangguan jantung, sambung Dokter Hardjo, masuk ke dalam golongan penyakit tidak menular. Pemicunya berhubungan dengan gaya hidup.

Misalnya terbanyak karena kebiasaan merokok, sering konsumsi minuman beralkohol, kurang aktivitas fisik, serta jarang konsumsi buah dan sayur. Karena faktor gaya hidup tersebut tak heran kalau banyak orang muda terkena penyakit jantung koroner.

Dokter Hardjo juga mengingatkan agar mewaspadai ancaman penyakit jantung koroner. Biasanya diketahui lewat beberapa gejala ringan hingga serius.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit jantung koroner untuk setiap orang dapat berbeda, beberapa di antaranya, orang biasanya merasakan nyeri dada sebelah kiri, rasanya berat seperti tertekan. Ditambah dengan daerah dada terasa panas, seperti terbakar atau nyeri seperti tertusuk benda tajam.

Pasien juga bisa sesak napas dan sakit di daerah ulu hati. Belum lagi bagian bahu leher rasanya mirip tercekik. Punggung juga akan terasa pegal, dibarengi dengan banyak mengeluarkan keringat.

“Setiap orang yang kena penyakit jantung koroner seringnya mengalami gejala berbeda-beda. Makanya harus diwaspadai betul-betul, khususnya dengan orang yang punya riwayat penyakit jantung,” pungkas Dokter Hardjo. (sbc-02/okz)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: